1.500 Warga Ukraina Ditahan di Penjara Rusia, Termasuk Jurnalis hingga Kepala Lembaga Pemerintah | 31left

TRIBUNNEWS.COM – Lebih dari 1.500 warga sipil Ukraina ditahan di penjara Rusia.

Hal tersebut dikatakan oleh Wakil Perdana Menteri Ukraina dan Menteri Reintegrasi Wilayah yang Diduduki Sementara Iryna Vereshchuk pada briefing di Media Center Ukraina.

“Lebih dari 1.500 warga sipil ditahan di penjara Rusia – mereka berada di Rostov, Kursk, mereka berada di penjara, mereka ditahan sebagai tawanan perang, meskipun mereka seharusnya tidak menjadi tawanan perang… Mereka harus dibebaskan,” kata Vereshchuk, sebagaimana dilansir Ukrinform.

Vereshchuk menambahkan bahwa di antara warga sipil Ukraina di penangkaran ada sukarelawan, aktivis, jurnalis, imam, wakil dewan lokal dan kepala lembaga pemerintah lokal.

Menurut dia, 103 orang dikembalikan ke wilayah yang dikuasai pemerintah pada Maret-Mei dan prosesnya terus berlanjut.

Baca juga: Rusia Tak Bisa Jamin Tentara AS di Ukraina Bakal Lolos dari Hukuman Mati

Baca juga: Jurnalis Rusia Peraih Nobel Perdamaian Jual Medali untuk Bantu Anak-anak Ukraina

Dia juga mengatakan bahwa ada kasus ketika orang keluar dari penangkaran sendiri atau dengan bantuan sukarelawan.

Vereshchuk mengatakan bahwa Komite Palang Merah Internasional sebelumnya telah meminta Rusia untuk memberikan daftar warga sipil Ukraina yang ditawan oleh Rusia dan daftar itu juga telah diberikan ke Ukraina.

Menurutnya, Rusia hanya memasukkan 120 orang dalam daftar ini dan tidak ada wanita di antara mereka, tetapi ini tidak benar.

Dia juga menekankan bahwa sekarang perlu bagi Rusia untuk mengakui warga sipil lain yang ditangkap dan menyerahkan mereka ke pihak Ukraina.

Ukraina Serang Anjungan Pengeboran Minyak

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.