4.692 Ekor Ternak Terindikasi PMK di Aceh Utara Dalam Sebulan Ini | 31left

TRIBUNNEWS.COM, LHOKSUKON – Jumlah ternak di Aceh Utara yang terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dalam 25 dari 27 kecamatan di Aceh Utara selama sebulan ini mencapai 4.692 Ekor.

Lebih rinci masing-masing, 4.217 ekor sapi dan 475 kerbau. 

Hal itu mengacu pada data terbaru yang diperoleh Serambinews.com (Tribun Network), dari Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunnak dan Keswan) Aceh Utara, yakni 4.692 ekor ternak yang terindikasi PMK sampai 11 Juni 2022. 

Untuk diketahui kasus PMK pertama kali ditemukan di Aceh Utara pada 11 Mei 2022 di Desa Langkahan Kecamatan Langkahan oleh petugas setelah mendapat laporan dari masyarakat. 

Gejalanya luka di mulut dan kaki (kuku hampir lepas), tidak bisa makan dan kondisi sangat lemah. 

Kasus PMK terbanyak untuk sapi ditemukan di Kecamatan Tanah Jambo Aye, 1.028 ekor, kemudian di Kecamatan Cot Girek 949 ekor, dan di Kecamatan Lhoksukon 577 ekor. 

Sedangkan di Kecamatan Langkahan yang pertama kali ditemukan kasus tersebut  sampai sekarang, jumlah kasusnya 79 untuk sapi dan belum ditemukan kasus PMK pada kerbau

Untuk kasus PMK pada kerbau terbanyak ditemukan di Kecamatan Cot Girek yaitu 405 kasus, kemudian di Kecamatan Baktiya 42 kasus dan di Kecamatan Samudera 10 kasus.

Namun, untuk kecamatan Samudera 10 kerbau yang terindikasi PMK sdah berhasil disembuhkan petugas. 

Dari 4.692 ekor ternak yang terindikasi PMK, 27 ekor di antaranya ditemukan sudah pati. 

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.