Ahlan Wa Sahlan Di Piala Dunia 2022 Qatar | 31left

PIALA Dunia 2022 Qatar resmi bergulir diawali seremoni pembukaan yang gemerlap dan penuh gegap gempita, Minggu (20/11). Piala Dunia 2022 menandai Qatar yang memulai sejarah sebagai negara Timur Tengah pertama yang menjadi tuan rumah ajang empat tahunan itu.

Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad Al Thani yang memberi sambutan di ujung seremoni mengucapkan ahlan wa sahlan alias selamat datang bagi semua yang datang ke Qatar untuk pesta sepak bola terakbar sedunia itu.

Pembukaan di Stadion Al Bayt, Al Khor, Minggu (20/11) malam, dimulai dengan aksi teatrikal yang menyentuh dari aktor senior Amerika Serikat Morgan Freeman bersama Duta Piala Dunia Ghanim Al-Muftah. Keduanya berdialog sama-sama memberi pesan keberagaman yang mewakili Barat di satu sisi dan dunia Islam di sisi lain.

Ghanim, yang merupakan talenta disabilitas, dalam perbicangannya dengan Freeman sempat melantunkan Alquran surat Al-Hujurat ayat 13. Ayat itu mengingatkan kepada umat manusia mengenai keniscayaan keberagaman untuk saling mengenal.

Pembukaan makin meriah dengan kemunculan personel grup fenomenal Korea Selatan BTS Jeon Jung-kook. ‘Gelombang Korea’ alias hallyu pun seakan tiba menyapa para penggemar di Timur Tengah. Jung-kook menyanyikan lagu berjudul Dreamers berkolaborasi dengan penyanyi Qatar, Fahad al-Kubaisi.

Maskot Piala Dunia edisi-edisi sebelumnya juga dihadirkan. Sang maskot Qatar, La’eeb, juga muncul di penghujung seremoni diiringi hujan kembang api di atas stadion.

Penyelenggara berharap kick-off yang sudah dilakukan meredakan berbagai kontroversi yang membayangi selama persiapan. Pasalnya, isu hak pekerja migran dan persoalan HAM selama satu pekan terakhir mendominasi kabar utama Piala Dunia.

Presiden FIFA Gianni Infantino sebelumnya membela Qatar meski menuai banyak kritik. Ia menyebut serangan yang ditujukan tidak adil dan penuh hipokrisi.

“Pemberian pelajaran moral ini, secara sepihak, hanyalah kemunafikan. Saya tidak ingin memberi Anda pelajaran tentang hidup, tetapi apa yang terjadi di sini sangat tidak adil,” kata Infantino.

Meski begitu, kontroversi tampaknya akan berlanjut. Beberapa tim Eropa seperti Inggris, Jerman, dan Denmark ambil bagian dalam kampanye antidiksrimnasi LGBT. Para kapten tim mereka akan mengenakan ban lengan berwarna pelangi sebagai tanda solidaritas dengan komunitas LGBT yang ditentang di Qatar. (AFP/OL-15)

 


admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *