Ahli Ingatkan Jika Imunitas yang Terbentuk Bisa Menurun | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA– Kekebalan atau imunitas yang dibangun dari komunitas jelas sangat penting.

Namun perlu dipahami jika imunitas yang muncul saat ini bisa saja menurun.

Terutama masyarakat dengan vaksin Covid-19 di bawah tiga dosis atau yang belum booster.

Baca juga: Copot Masker di Ruang Terbuka Diizinkan, Menkes: Imunitas Warga Terhadap Covid-19 Tinggi

Dan efektifitas terhadap varian Omicron beserta turunnya, BA.4 dan BA.5 ini memerlukan booster.

Dan itu masih menjadi isu bagi banyak negara termasuk Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Pakar Epidemiologi Griffith University Dicky Budiman.

Ahli Epidemiologi Indonesia dan Peneliti Pandemi dari Griffith University, Dicky Budiman.
Ahli Epidemiologi Indonesia dan Peneliti Pandemi dari Griffith University, Dicky Budiman. (dok pribadi)

“Sehingga kekebalan yang kita maksud di sini adalah harus dilihat dalam konteks itu, berapa persen yang sudah tiga dosis. Itu yang jadi modal,” ungkap Dicky pada Tribunnews, Selasa (7/6/2022).

Menurutnya kecenderungan saat ini untuk defenisi dosis penuh adalah kearah tiga dosis.

Hal ini berdasarkan pada data berbagai negara. Termasuk varian omicron dan turunannya.

Kedua, kenapa pemerintah belum berani mengubah status pandemi.

Karena tidak ada negara yang bisa mengubah status pandemi. Kecuali Badan Kesehatan Dunia atau WHO.

Status pandemi berada di dalam International Health Regulation 2005 yang semua anggota WHO terverifikasi termasuk Indonesia. Dan semua anggota WHO terikat dengan regulasi ini.

“Yang jelas kita harus menunggu penilaian WHO,” tegas Dicky.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.