Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Keluarkan Emisi Sulfur Dioksida hingga 9 Ribu Ton Per Hari | 31left

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sejak awal April 2022 aktivitas gunung Anak Krakatau terus menggeliat.

Erupsi terakhir tercatat pada Minggu (24/4/2022) pada pukul 20.20 WIB.

Berdasarkan data yang dikutip dari Badan Geologi tinggi kolom abu tercatat 3.000 meter di atas puncak.

Erupsi 2 hari belakangan ini memunculkan kilauan lava yang terekam jelas dalam CCTV milik Badan Geologi.

Imbasnya status gunung yang berada di wilayah Selat Sunda tersebut dinaikkan statusnya menjadi Siaga alias level III.

“Gunung Anak Krakatau Minggu (24/4/2022) level III (siaga),” tulis Badan Geologi di situs resminya, Minggu (24/4/2022) malam.

Baca juga: Status Gunung Anak Krakatau Kini Naik Jadi Level 3 Siaga

Baca juga: Foto-foto Aktivitas Gunung Anak Krakatau, Erupsi 7 Kali di Bulan April

Dalam laporan Badan Geologi dicatat bahwa aktivitas Gunung Anak Krakatu terus mengeluarkan suara gemuruh dan terdengar dari pos pantau Pasauran.

Masyarakat atau wisatawan dilarang melakukan aktivitas radius 5 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.

Catatan Badan Geologi, Gunung Anak Krakatau yang aktivitasnya menggeliat sejak awal April 2022 sudah mengeluarkan material jenis sulfur dioksida sebanyak 9.219 ton.

Pada tanggal 14 April 2022 tercatat gunung Anak Krakatau mengeluarkan emisi sebanyak 28,4 ton sulfur dioksida per hari.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.