Amy Atmanto: Berbagai Event Fesyen Mulai Digelar seiring Kurva Covid-19 Yang Terus Melandai | 31left

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Setelah dua tahun lebih dilanda pandemi Covid-19, perekonomian Indonesia kini berangsur pulih.

Roda perekonomian mulai berputar kembali dan geliat aktivitas industri mulai terlihat. Bangsa ini optimis untuk segera melewati masa transisi menuju endemi.

Pengurus Pusat MES/Desainer Pembina Industri Kreatif, Amy Atmanto mengatakan kebijakan Presiden Joko Widodo pada 17 Mei 2022 tentang pelonggaran lepas masker bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan (outdoor) dan tidak padat atau tidak dalam kerumunan, menjadi satu isyarat positif untuk segera memasuki tahap relaksasi, sebelum akhirnya benar-benar hidup berdampingan dengan SARS-CoV-2 tanpa dihantui rasa takut.

Harapan Bangkitnya Modest Fashion Nasional

Amy Atmanto juga mengatakan bahwa salah satu industri yang selama beberapa bulan terakhir ini mulai bangkit adalah industri fesyen.

“Sebagai salah satu industri dengan rantai pasok yang panjang dari hulu hingga hilirnya, kebangkitan industri fesyen berpengaruh positif bagi kepentingan ribuan hingga jutaan orang yang terlibat di dalamnya,” ungkap Amy Atmanto.

Jika sekilas menapak tilas perjuangan para pelaku industri kreatif, khususnya industri fesyen, untuk bertahan di masa pandemi, kita melihat kegigihan para desainer untuk tidak terpuruk. Mereka berhasil berdamai dengan keadaan, beradaptasi, lalu mencari celah untuk tetap eksis.

“Banyak di antara desainer yang terpaksa melakukan ‘perampingan’ karyawan di workshop mereka. Tak hanya itu, para desainer juga mesti legowo untuk ‘menundukkan’ ego dan idealisme dalam berkreasi karena harus memproduksi fashion item yang dibutuhkan masyarakat demi mempertahankan bisnis,” jelas Amy Atmanto.

Masker, home dress set, topi, dan jaket berbahan waterproof (anti percikan air), hingga alat pelindung diri (APD), semuanya diakui Amy Atmanto menjadi barang-barang yang wajib dimiliki setidaknya selama tahun pertama pandemi.

“Produk yang sebelumnya tidak pernah terpikir untuk dibuat, mau tidak mau menjadi komoditas yang mampu menjaga eksistensi para desainer di masa pandemi. Namun meski ‘takluk’ dalam urusan produk, kreativitas tak lantas padam. Masing-masing desainer mempertahankan ciri khas desain pada produk yang mereka buat,” tutur Amy Atmanto.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.