Andre Rosiade Ungkap Hasil Rapat Panja Komisi VI dengan Bos Telkom-Telkomsel soal Investasi ke GoTo | 31left

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Panitia Kerja (Panja) Komisi VI DPR RI soal Investasi BUMN di Perusahaan Digital memanggil Direktur Utama PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Ririek Adriansyah dan Direktur Utama Telkomsel Hendri Mulyana Syam.

Sebagai informasi, panja ini dibentuk untuk mendalami investasi digital yang dilakukan oleh BUMN, salah satunya investasi emiten pelat merah itu di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Anggota Panja, Andre Rosiade, mengatakan transformasi dalam tubuh PT Telkom Indonesia serta sejumlah aksi korporasi yang telah dilakukan terbukti mampu mendongkrak laba perusahaan.

Baca juga: Anggota DPR Nilai Aksi Korporasi Telkom dan Telkomsel Tak Langgar Hukum

“Dirut Telkom menjelaskan kepada kami dalam rapat bahwa PT Telkomsel mendapat untung Rp2,8 triliun dari pembelian saham dan Rp800 miliar dari keuntungan sinergi ekosistem digital,” kata Andre usai rapat Panja Investasi BUMN bersama Dirut Telkom dan Telkomsel di Gedung DPR RI, Selasa (14/6/2022).

Andre menilai, Telkomsel masuk ke bisnis digital dengan cara yang cerdas.

Selain itu, proses investasi juga dijalankan secara benar, telah memenuhi semua ketentuan dan melalui proses persetujuan banyak pihak. Termasuk restu dari Singtel, BUMN Singapura, pemilik 35 persen saham Telkomsel.

Dia menyebut keberadaan Telkomsel dan GOTO sebagai perusahaan publik merupakan jaminan bahwa keduanya menjunjung tinggi prinsip tata kelola perusahaan yang benar (good corporate governance/GCG).

“Usulan investasi Telkomsel di GOTO diketuai oleh Direksi yang membawahi bisnis digital dalam hal ini Direktur Planning & Transformation yang merupakan perwakilan dari Singtel. Komite Investasi Telkomsel juga diketuai oleh perwakilan dari SingTel,” kata Andre.

“Jadi usulan investasi ini tahapannya disetujui oleh seluruh Dewan Direksi melalui mekanisme keputusan kolektif kolegial dalam rapat Direksi Telkomsel. Selanjutnya dibawa ke rapat Dewan Komisaris Telkomsel yang terdiri dari perwakilan Telkom dan Singtel. SingTel tidak mungkin memberi persetujuan tanpa GCG dan tanpa ada potensi keuntungan. Terakhir baru dimintakan persetujuan investasi ini kepada Dewan Direksi Telkom. Tahapan ini perlu dipahami,” tandas Andre.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.