Aplikasi Wahyoo Kenalkan Konsep Bisnis Ghost Kitchen di Bisnis Kuliner | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Aplikasi Wahyoo memperkenalkan Kitchen Partner untuk mendorong pengusaha UMKM kuliner menambah penghasilan dengan memanfaatkan aset dapurnya.

Konsep bisnis yang ditawarkan ini  menyerupai tren cloud kitchen atau ghost kitchen yang tengah marak di era digitalisasi ini.

Hal ini berarti mitra hanya perlu mengoptimalkan kapasitas dapur dari bisnis yang telah tersedia untuk dapat menjual menu tambahan dari brand Wahyoo Kitchen Partner.

Sejumlah usaha waralaba yang sudah memanfaatkan layanan ini adalah =Bebek Goreng Bikin Tajir dan Bakso Bikin Tajir.

“Sistem bisnis ini memiliki berbagai keuntungan bagi pengusaha kuliner, seperti menghemat modal, minim risiko, dan kesempatan untuk lebih berfokus pada operasional serta kualitas produk,” kata Daniel Cahyadi, COO & Co Founder Wahyoo, Senin (6/6/2022).

Pengusaha cloud kitchen Sweetheart Kitchen yang berbasis di Dubai bernama Peter Schatzberg mengatakan model usaha ini juga dapat menghemat tenaga kerja.

Baca juga: Gandeng Sejumlah Pemda, ESB Ajak UMKM Kuliner Genjot Omset Lewat Ekosistem Digital

“Restoran pada umumnya memproses 15 hingga 20 pesanan per jam. Sementara itu, cloud kitchen dapat menghasilkan hingga 60 pesanan hanya dengan satu karyawan,” kata Daniel.

Dengan berbagai keuntungan tersebut, diperkirakan bisnis ghost kitchen dapat menciptakan peluang global senilai $1 triliun pada tahun 2030 berdasarkan laporan dari Euromonitor.

Baca juga: LPEI Siapkan UMKM Kuliner Tembus Pasar Ekspor 

Wahyoo mengklaim mengelola 21 ribu lebih usaha kuliner terutama di distribusi bahan baku. Para mitra dijanjikan mendapat bahan baku dengan kualitas terjamin dan harga bersaing lewat aplikasi.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.