Aston Martin Serius Jajaki Pasar Mobil Listrik | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews, Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, LONDON – Ramainya adopsi mobil listrik di berbagai pabrikan otomotif dunia nampaknya membuat pabrik kendaraan asal Inggris, Aston Martin kepincut untuk ikut terjun memproduksi mobil hybrid yang ramah lingkungan.

Beredarnya kabar ini lantas mengundang perhatian publik, melansir dari Autoevolution yang dikutip Motorbiscuit, pabrikan Aston Martin diketahui tengah mengembangkan sebuah mobil plug-in hybrid, yang rencananya akan diluncurkan pada tahun 2024 mendatang.

Rencana ini pun makin diperjelas setelah CEO Aston Martin, Tobias Moers pada beberapa waktu yang lalu mengungkapkan rencana pabriknya yang akan memproduksi kendaraan hybrid versi reboot dari supercar Valhalla.

Baca juga: Aston Martin Siapkan Supercar Pesaing Ferrari 296 GTB

Tak hanya meluncurkan kendaraan hybrid, Aston Martin bahkan juga dikabarkan tengah menggarap mobil sport all-electric yang diprediksi akan mengaspal pada 2026.

Hadirnya rencana Aston Martin yang ingin menjajaki industri EV sebenarnya sudah ada sejak tahun 2019 silam, dimana saat itu pihaknya berniat meliris Rapide E versi all-electric dari sedan empat pintu untuk mengawali debutnya.

Namun rencana tersebut kandas karena adanya hantaman blockade lantaran standar baterai listrik yang digunakan Aston saat itu tidak cukup memenuhi standar modern.

Kegagalan tersebut lantas menjadi cambukan untuk pabrikan otomotif asal Inggris ini agar berevolusi memperbaiki standar baterainya.

Rencana ekspansi Aston Martin yang ingin meluncurkan kendaraan hybridnya dengan program racing green atau emisi nol persen, ternyata sejalan dengan adanya rencana Eropa yang ingin mengurangi emisi antara 60 dan 90 persen pada kendaraan mobil di tahun 2025 mendatang.

Baca juga: Aston Martin Gandeng Saudi Aramco untuk Kembangkan Teknologi F1

Moers menambahkan, ekspansi pabriknya dalam menggunakan mesin hybrid nantinya tak hanya dapat mengurangi polusi di kawasan Eropa namun juga dapat mengangkat nama Aston Martin di pasar otomotif dunia, mengingat EV kini digadang-gadang menjadi masa depan dari industri otomotif.

“Sambil merangkul elektrifikasi, kami percaya ambisi keberlanjutan kami harus lebih luas dari sekadar memproduksi kendaraan bebas emisi, dan ingin mendorong prinsip-prinsip keberlanjutan sehingga produk buatan kami dapat mengurangi dampak emisi pada lingkungan dan dapat membuat kontribusi positif bagi masyarakat tempat kami beroperasi,” tutup Moers.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.