Atasi Inflasi, Anggota Parlemen Prancis Siap Kucurkan Bantuan Senilai 8,4 Miliar Dolar AS | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nur Febriana Trinugraheni

TRIBUNNEWS.COM, PARIS – Anggota parlemen Prancis dilaporkan sedang menyusun rancangan undang-undang (RUU) untuk menopang daya beli rumah tangga dengan menambah beberapa bentuk bantuan pemerintah sebesar 4 persen, dengan biaya 8 miliar euro atau sekitar 8,4 miliar dolar AS.

Rencananya bantuan tersebut akan diberikan mulai Juli 2022 hingga April 2023.

Menurut laporan surat kabar bisnis Les Echos pada hari Minggu (26/6/2022) kemarin mengungkapkan, penambahan bantuan tersebut mencakup tunjangan kesejahteraan bagi keluarga, warga yang menganggur, penyandang disabilitas, serta untuk pembayaran pensiun, yang efektif akan diberikan pada bulan Juli mendatang.

Baca juga: Vladimir Putin Siap Pasok 50 Juta Ton Gandum ke Pasar Internasional Demi Mengatasi Inflasi Global

Dikutip dari Reuters, sementara tunjangan perumahan akan ditingkatkan sekitar 3,5 persen mulai bulan Juli nanti, sebagai bagian dari tagihan terpisah.

Bank Sentral Prancis memperkirakan inflasi Prancis rata-rata mencapai 5,6 persen tahun ini, sebelum diperkirakan jatuh ke 3,4 persen pada tahun 2023, dan turun tepat di bawah target Bank Sentral Eropa sebesar 2 persen pada tahun 2024.

Baca juga: Redam Inflasi, Malaysia Berencana Gelontorkan Subsidi Senilai 18 Miliar Dolar AS

Pada pekan lalu, Bank Sentral Prancis mengatakan ekonomi Prancis akan melambat lebih dari yang diperkirakan tahun ini, karena melonjaknya harga bahan bakar global saat ini.

Dalam laporan triwulannya, Bank Sentral Prancis melaporkan, ekonomi Prancis tumbuh 2,3 persen tahun ini, sebelum melambat menjadi 1,2 persen pada tahun 2023 dan meningkat menjadi 1,7 persen pada tahun 2024, karena dampak krisis ekonomi yang mereda.

Bank Sentral Prancis juga memperkirakan, dampak dari konflik di Ukraina akan merugikan perekonomian Prancis setara dengan 2 poin persentase dari produk domestik bruto selama tahun 2022 sampai tahun 2024.

Saat negara-negara Eropa melakukan embargo terhadap gas Rusia, ekonomi Prancis terlihat hanya tumbuh 1,5 persen tahun ini, yang diikuti kontraksi sebesar 1,3 persen pada tahun 2023, sebelum kembali tumbuh pada tahun 2024 dengan laju 1,3 persen.

Gubernur Bank Sentral Prancis, Francois Villeroy de Galhau mengatakan walaupun Prancis memiliki tingkat inflasi yang lebih rendah daripada negara lain di Eropa, namun inflasi di Prancis kemungkinan akan mulai turun pada awal tahun depan.

“Kenaikan inflasi tidak hanya di energi tetapi juga menyebar ke sektor lain. Kebijakan moneter perlu diambil,” kata Villeroy.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.