Atasi Mahalnya Harga Tiket Pesawat, Menhub Usul Kepala Daerah Lakukan Blocking Seat | 31left

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi akan menggandeng pemerintah daerah dan maskapai untuk melakukan ‘block seat’ atau sistem pemesanan tiket terlebih dahulu sehingga tingkat okupansi menjadi maksimal dan penjualan tiket pesawat meningkat.

Budi Karya Sumadi mengatakan, ada sejumlah faktor yang membuat harga tiket pesawat melambung, yakni jumlah pesawat yang terbatas dan kenaikan harga avtur, sehingga menyebabkan kerugian bagi maskapai penerbangan Tanah Air.

Karena itu, Kementerian Perhubungan ingin memaksimalkan okupansi maskapai penerbangan yang saat ini dinilai masih rendah. Menurut Budi Karya, beberapa tempat okupansinya masih di bawah 50 persen.

“Dengan begitu perusahaan penerbangan rugi, karena itu kita kerja sama dengan Pemda untuk memberikan suatu sharing dengan block seat, sehingga minimal jumlah dari penjualan itu 60 persen,” ujar Budi Karya usai rapat kerja bersama Komisi V DPR di Jakarta, Selasa (7/6/2022).

Jika penjualan tiket di atas 60 persen, ucap Budi Karya, maka tingkat kemungkinan mereka akan tetap eksis dengan tarif yang lebih terjangkau bisa terjadi.

Baca juga: Anggota Komisi V DPR Cecar Kementerian Perhubungan Soal Harga Tiket Pesawat Mahal

“Jadi kita upayakan beberapa tempat seperti di Toraja, Silampari,” tutur Budi Karya.

Dengan kebijakan ‘block seat’ atau sistem pemesanan tiket terlebih dulu ke pihak maskapai, okupansi pesawat bisa menjadi di atas 60 persen.

Dia mengatakan, akan mengumpulkan para bupati-bupati di beberapa daerah untuk membicarakan mengenai Pemda akan menanggung sistem ‘block seat’ tersebut agar tiket pesawat bisa segera normal kembali.

Baca juga: Ini Strategi Citilink Gaet Penumpang Disaat Harga Tiket Pesawat Melambung Tinggi

“‘Block seat’ sebenarnya akan dipakai oleh pegawai Pemda atau relasi dan sebagainya. Nah kalau ada satu tingkat kepastian okupansi itu tercapai, maka tarif dari angkutan udara itu bisa lebih terjangkau,” kata Budi Karya.

Dicecar DPR

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.