Atasi Penghapusan Subsidi, Petrokimia Gresik Kenalkan Tiga Pupuk Baru | 31left

Laporan Wartawan Tribun Network, Willy Widianto 

 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Petrokimia Gresik meluncurkan tiga pupuk baru untuk pertanian Indonesia, yaitu Petro ZA Plus, Phosgreen, dan pupuk organik Petroganik Premium untuk menjawab dihapusnya subsidi pupuk oleh Pemerintah untuk pupuk jenis ZA, SP-36 dan Petroganik seperti diatur Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2022.

“Ketiganya sudah teruji baik di kebun percobaan Petrokimia Gresik maupun melalui demonstration plot bersama petani di beberapa daerah. Alhamdulillah hasilnya mampu meningkatkan produktivitas tanaman,” ujar Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo dalam pernyataannya yang diterima Tribun, Jumat(5/8/2022).

Dia mengatakan, ketiga produk baru ini adalah persembahan khusus dari Petrokimia Gresik pada usia emas Indonesia ke-77 tahun.

Dwi Satriyo Annurogo juga menyampaikan, produk baru ini merupakan bentuk kontribusi Petrokimia Gresik untuk kemajuan pertanian di Indonesia dan dalam upaya bersama-sama menjaga ketahanan pangan nasional.

Adapun pupuk Petro ZA Plus yang diluncurkan berbentuk kristal dan berwarna hijau, memiliki kandungan Nitrogen (N) 21 persen, Sulfur (S) 24%, Zinc (Zn) 1000 ppm.

Keunggulan pupuk ini mampu memacu pertumbuhan jumlah anakan, tinggi tanaman, jumlah daun dan menjadikan warna daun tampak lebih hijau.

Baca juga: Fokus Pupuk Organik, KTNA Siap Bantu Kementan Sosialisasikan Permentan No 10 Tahun 2022

Selain itu juga meningkatkan mutu hasil panen dengan memperbaiki warna, aroma, rasa, dan besar buah/umbi, serta menjadikan tanaman lebih tahan terhadap serangan hama atau penyakit.

“Kita telah melakukan uji efektivitas bersama Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Hasil penggunaan Petro ZA Plus pada bawang merah terbukti mampu meningkatkan jumlah panen dan membawa keuntungan bagi petani,” ujar Dwi Satriyo.

Berikutnya melalui Phosgreen, Petrokimia Gresik melahirkan pupuk baru dengan kandungan Fosfat dan Kalsium masing-masing minimal 20%, serta Magnesium minimal 3% yang berfungsi memacu pertumbuhan akar, pembentukan bunga, serta meningkatkan ketahanan hasil panen sehingga mengurangi penyusutan selama penyimpanan.

Baca juga: Mudahkan Petani, Pemerintah Digitalisasi Penebusan Pupuk Subsidi

Leave A Reply

Your email address will not be published.