Babi Hutan Gigit dan Seruduk Warga yang Berkerumun di Kabupaten Bandung Barat, 4 Orang Alami Luka  | 31left

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT –  Kampung Cipetir, Desa Pasirpogor, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat diteror kemunculan babi hutan di wilayah pemukiman, Selasa (14/6/2022).

Bahkan, babi itu menyerang warga yang sedang kerumunan yang mengakibatkan 4 warga terluka karena diseruduk dan digigit oleh babi hutan itu.

Setelah diserang babi hutan dan diketahui ada luka serius pada sekujur tubuhnya, warga yang lain langsung inisiatif untuk membawa semua korban ke rumah sakit.

Anggota Karang Taruna Sindangkerta sekaligus saksi mata, Dadan mengatakan, kejadian tersebut bermula setelah adanya sekelompok pemburu yang mengerahkan anjing pemburu untuk memburu babi di hutan belakang perkampungan di Desa Pasirpogor.

“Memang hutan di sini biasa menjadi area berburu.

Namun kali ini target buruan yakni babi hutan malah masuk ke permukiman dan menyerang warga,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (14/6/2022).

Baca juga: 2 Pria dan 1 Gadis di Bawah Umur Tinggal di Tengah Hutan, Berujung Digerebek Warga karena Curiga

Setelah masuk ke permukiman warga, babi hutan tersebut langsung menyerang tiga orang anak dan satu orang dewasa hingga mengalami luka berat.

“Babi hutan itu menyerang empat warga menggunakan taringnya.

Korbannya itu tiga anak-anak dan dan satu lagi merupakan orang dewasa,” kata Dadan.

“Mereka sudah dilarikan ke rumah sakit. Ada yang ke RSUD Cililin ada yang ke RS Kharisma, Cimareme,” ucapnya.

Setelah berhasil ditangkap babi hutan itu langsung dibunuh untuk mencegah agar babi tersebut tidak sampai menyerang warga yang lain.

“Babinya sekarang sudah dibunuh oleh warga. Karena babi itu menyerang, maka warga mengambil tindakan ditakutkan malah ada korban lagi,” ujar Dadan.

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Babi Hutan di Bandung Barat Masuk Permukiman, Gigit dan Seruduk Warga, 4 Orang Terluka

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.