Bamsoet Beri Selamat Atas Pelantikan DPP KNPI Haris Pertama | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menggelar pelantikan Dewan Pengurus Pusat (DPP) KNPI versi Haris Pertama di Monumen Serangan Umum 1 Maret atau kawasan Titik Nol Jogja.

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo mengucapkan selamat atas pelantikan kepengurusan DPP KNPI periode 2022-2025.

Pria yang karib disapa Bamsoet ini menyatakan bahwa dirinya hanya mengakui KNPI yang eksis adalah di bawah nahkoda Haris Pertama.

“Maju terus Haris Pertama dan segenap pengurus DPP KNPI yang baru dilantik, semoga KNPI tetal solid. Saya hanya mengakui KNPI yang eksis di bawah nahkoda Haris Pertama,” kata Bamsoet dalam keterangannya, Senin (26/7/2022).

“Teruslah berbuat karya nyata terhadap masyarakat, pasti masyarakatpun akan menilai siapa yang benar-benar berbuat,” lanjutnya.

Baca juga: Aziz Samual Terdakwa Kasus Pengeroyokan Ketum KNPI Divonis Bebas, Haris Pertama Keberatan

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dalam sambutan secara virtual di acara Pelantikan Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) Pimpinan Haris Pertama masa bakti 2022-2025, dari Jakarta, Sabtu malam (23/7/2022).
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dalam sambutan secara virtual di acara Pelantikan Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) Pimpinan Haris Pertama masa bakti 2022-2025, dari Jakarta, Sabtu malam (23/7/2022). (Doc. MPR)

Adapun Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama menjelaskan makna dibalik pemilihan Monumen Serangan Umum 1 Maret sebagai lokasi pelantikan.

Menurutnya lokasi tersebut merupakan tempat keramat yang bisa menginspirasi semangat kaum muda.

“Kami memilih Jogja terutama di Monumen Serangan umum 1 Maret ini sekaligus ingin mengingatkan kepada oligarki, akan ada perlawanan kaum muda sebagai agent control of change dan partner kritis pemerintah dalam mengawal pembangunan nasional,” terang Haris.

Ia menerangkan bahwa seluruh pengurus KNPI siap jadi gaeda teedepan untuk mencegah dan melawan isu SARA serta rasisme.

Sebab dua hal ini dipandang jadi faktor yang merusak harmonisasi generasi muda.

“Isu SARA dan rasisme jadi ihwal tersebut sangat berpotensi jadi faktor merusak harmonisasi generasi muda, jadi itu yang hari ini benar – benar kita genjot agar kebhinekaan kita ini tidak sia – sia,” ucap dia. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.