Bangun Tata Kelola Gula Nasional, NFA Siapkan Regulasi dan Ajak PG BUMN- Swasta Kolaborasi | 31left

Laporan Wartawan Tirbunnews.com, Hasanudin Aco

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) berkomitmen terus memperkuat industri gula nasional dengan membangun tata kelola gula nasional melalui regulasi yang tepat serta kolaborasi dengan asosiasi dan pelaku usaha. 

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan NFA I Gusti Ketut Astawa, saat menghadiri Rapat Pleno Asosiasi Gula Indonesia (AGI), Kamis (4/8/2022), di PG Kebon Agung, Malang, Jawa Timur.

Menurutnya, NFA diberi kewenangan melalui Perpres No.66 Tahun 2021, untuk merumuskan dan menetapkan kebijakan, seperti stabilisasi harga dan distribusi pangan, penetapan kebutuhan ekspor dan impor pangan, besaran jumlah cadangan pangan pemerintah, serta harga pembelian pemerintah.

Ia mengatakan, kewenangan ini menjadi pintu masuk bagi NFA untuk berperan aktif melakukan pembenahan tata kelola gula nasional secara in line melalui pola integrasi hulu-hilir yang solid. 

Salah satunya, dengan rumusan kebijakan penetapan harga acuan penjualan dan harga pembelian (HAP) tingkat petani. Ia mengatakan, harga jual gula yang baik di tingkat petani dapat memotivasi petani untuk terus menanam tebu sehingga suplai bahan baku tebu terjaga.

Baca juga: 5 Strategi Kementan Tingkatkan Produksi Gula Konsumsi Nasional

“Saat ini tantangan utama industri gula nasional adalah keterbatasan bahan baku tebu. Tanpa suplai bahan baku yang memadai pabrik tidak bisa beroperasi optimal sehingga menimbulkan produktivitas yang rendah dan inefisiensi,” ujarnya.

Saat ini harga pembelian gula kristal putih di tingkat petani sebesar Rp 11.500/kg, penetapan tersebut berdasarkan keputusan bersama NFA dengan Kementerian Perdagangan melalui Surat Edaran No. 6 Tahun 2022. 

Sedangkan, harga acuan penjualan gula kemasan sebesar Rp 13.500/kg, dan harga acuan penjualan gula kemasan di wilayah Indonesia Timur sebesar Rp 14.500/kg.

Di samping penetapan regulasi yang tepat, menurut Ketut Astawa, pembenahan tata kelola gula nasional tidak akan berjalan tanpa dukungan dan kolaborasi berbagai stakeholder, khususnya kelompok asosiasi. “Untuk komoditas gula, Asosiasi Gula Indonesia (AGI) menjadi mitra strategis dalam memberikan masukan kebijakan terkait gula nasional,” ujarnya.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.