Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 8 Kontainer Minyak Goreng dari Tanjung Perak ke Timor Leste | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah hingga saat ini masih menerapkan kebijakan larangan ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan turunannya, sebagainya upaya menekan harga minyak goreng curah hingga Rp 14 ribu per liter. 

Di tengah kebijakan larangan tersebut, ada eksportir yang mencoba mengekspor 81 ribu liter minyak goreng ke Timor Leste. 

Namun, upaya tersebut digagalkan Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan dan Satgas Pangan, Kementerian Perdagangan. 

“Sedikitnya, delapan kontainer dengan volume 81 ribu liter minyak goreng berhasil disita di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya,” kata Plt Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Veri Anggrijono dalam keterangannya, Jumat (13/5/2022).

Baca juga: Polisi Amankan Ribuan Kemasan Minyak Goreng di Surabaya yang Hendak Diekspor

Menurutnya, eksportir tersebut mencoba mengelabuhi petugas di pelabuhan dengan tidak mencantumkan minyak goreng dalam dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB).

“Kementerian Perdagangan bersama Satgas Pangandan Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan akan menindak tegas setiap pelanggaran terhadap ketentuan peraturan perundang undangan,” ujar Veri. 

Baca juga: Kejagung Periksa Tiga Orang Analis Perdagangan di Kemendag RI Soal Kasus Mafia Minyak Goreng

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 22 Tahun 2022 tentang Larangan Sementara Ekspor Crude Palm Oil, Refined,  Bleached  and  Deodorized Palm Oil, Refined, Bleached  and Deodorized Palm Olein, dan Used Cooking Oil, minyak goreng telah ditetapkan sebagai barang yang  dilarang untuk diekspor terhitung sejak 28  April  2022. 

Baca juga: Persoalan Minyak Goreng Tak Kunjung Selesai, Ombudsman Periksa Kemendag Hingga Kemenkeu

Pelaku usaha yang melanggar ketentuan tersebut diancam dengan sanksi sebagaimana diatur Pasal 112 Ayat (1) jo Pasal 51 Ayat (1) Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Pelaku usaha yang melanggar ekspor minyak goreng bisa dikenakan sanksi pidana paling lama lima tahun  dan atau denda  paling banyak Rp 5 miliar.

 
 

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.