Belgia dan Indonesia Teken MoU Kerja Sama Penanggulangan Terorisme | 31left

TRIBUNNEWS.COM, BRUSSELS – Belgia dan Indonesia menandatangani Nota Kesepahaman Kerja Sama (Memorandum of Understanding/MoU) tentang penanggulangan terorisme.

Indonesia dalam hal ini diwakili oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), sementara Belgia diwakili lembaga Coordination Unit for Threat Analysis (CUTA).

Penandatanganan MoU ini dilakukan di Kantor Kementerian Dalam Negeri Belgia di Brussels, Belgia pada Kamis (9/2022) lalu.

Menurut Kepala BNPT, Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Boy Rafli Amar, koordinasi dan kolaborasi antar negara terutama Indonesia-Belgia wajib diperlukan dalam menjawab ancaman terorisme yang dinamis dan hadir dengan berbagai macam bentuk kompleksitas yang dihadapkan pada kesulitan dan tantangan seperti isu Pejuang Teroris Asing, termasuk sarana untuk penuntutan, rehabilitasi, dan reintegrasi (PRR).

“Tantangan global dan regional saat ini, dan lanskap terorisme yang terus berubah menuntut negara-negara untuk berkoordinasi dan berkolaborasi dengan lebih baik, sebagai sarana untuk tanggapan yang efektif. Untuk itu, saya yakin MoU ini menjadi salah satu sarana untuk menjawab tantangan tersebut,” katanya.

Baca juga: Ada Agenda Terselubung, BNPT Ungkap Pola-pola Penyebaran Ideologi Khilafah oleh Khilafatul Muslimin

BNPT yang mewakili negara Indonesia dan CUTA Belgia sepakat untuk bekerja sama dalam penanggulangan terorisme melalui tukar menukar informasi, analisis strategis dan juga praktik-praktik terbaik yang telah dilakukan kedua negara. Berbagai pertemuan di tingkat pakar dan pejabat tinggi, juga menjadi agenda.

Boy menjelaskan penandatanganan MoU ini merupakan momen penting mengingat penanggulangan terorisme tidak bisa dilakukan sendiri oleh sebuah negara.

“Tidak ada satu negara pun dapat menanggulangi terorisme sendirian, sehingga kerja sama internasional harus dilakukan. Tantangan global dan regional serta perubahan lanskap terorisme menuntut kita untuk bekerja sama dalam mendapatkan langkah tindak yang efektif,” ungkapnya.

Boy juga menuturkan jika Indonesia dan Belgia disaat bersamaan sedang menghadapi ancaman terorisme yang akan berdampak pada gangguan keamanan, kesejahteraan, dan pembangunan negara.

Meskipun tantangannya mungkin tidak serupa, namun penandatanganan MoU ini memberikan kesempatan bagi Indonesia dan Belgia untuk berbagi pelajaran, dan praktik terbaik dalam mengatasi tantangan tersebut.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.