Berita Liga Indonesia – Jadwal Klasemen, Hasil dan Berita terbaru Liga Indonesia | 31left

TRIBUNNEWS.COM – Juru taktik Timnas Indonesia, Shin Tae-yong sempat memberikan pernyataan yang menohok.

Menurutnya, klub Liga 1 Indonesia tak banyak memberi kesempatan kepada striker lokal untuk menunjukkan kemampuannya.

Striker asing lebih banyak dipilih untuk menjadi juru gedor kontestan Liga 1.

Baca juga: Jadwal Persija di Liga 1 2022, Menanti Permainan dari Kaki ke Kaki Khas Eropa Racikan Thomas Doll

Ekspresi kekecewaan bomber PSIS Semarang Carlos Fortes usai gagal mencetak gol ke gawang Arema FC leg pertama babak semifinal Piala Presiden 2022 di Stadion Jatidiri Semarang, Kamis (7/7/2022). Arema FC berhasil mengalahkan PSIS Semarang dengan skor 2-0. Tribun Jateng/Franciskus Ariel Setiaputra
Ekspresi kekecewaan bomber PSIS Semarang Carlos Fortes usai gagal mencetak gol ke gawang Arema FC leg pertama babak semifinal Piala Presiden 2022 di Stadion Jatidiri Semarang, Kamis (7/7/2022). Arema FC berhasil mengalahkan PSIS Semarang dengan skor 2-0. Tribun Jateng/Franciskus Ariel Setiaputra (TRIBUN JATENG/Franciskus Ariel Setiaputra)

Namun sebenarnya ada satu nama yang tak luput meski banyak striker asing berkualitas berdatangan.

Adalah Dimas Drajad di Persikabo 1973.

Dimas Drajad adalah striker bertipikal target man, ia tak banyak menjemput bola ke tengah untuk membantu proses serangan tim yang ia bela.

Postur tubuhnya yang mencapai 178 cm dan badannya yang kekar, membantunya untuk berduel dengan striker-striker berposur tinggi besar.

Ia lebih banyak berada di kotak penalti, menunggu umpan dari lini kedua untuk melakukan finishing dengan sundulan kepala ataupun kedua kakinya.

Meski begitu, ia bukanlah striker yang malas, bersama Persikabo, ia begitu sibuk melakukan pressing hingga setengah lapangan.

Ia bahkan mampu menjadi pelayan bagi Ciro Alves di musim lalu untuk mengembangkan permainannya.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.