Berita Liga Indonesia – Jadwal Klasemen, Hasil dan Berita terbaru Liga Indonesia | 31left

TRIBUNNEWS.COM – Pelatih Arema FC, Javier Roca mengungkapkan alasan dirinya belum bisa sepenuhnya menerapkan gaya permainan malangan khas tim Singo Edan pada saat ini.

Permasalahan fisik menjadi hal utama yang membuat Javier Roca tak bisa menerapkan gaya permainan tersebut.

Javier Roca menyadari jika Arema FC memaksakan gaya bermain tersebut, maka kekalahan melawan Persib Bandung akan terulang lagi.

Pesepakbola Arema FC Dendi Santoso (tengah) berebut bola udara dengan pesepakbola Persib Bandung dalam laga lanjutan BRI Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (11/9/2022). Persib Bandung berhasil unggul dikandang Arema FC dengan skor 1-2. SURYA/PURWANTO
Pesepakbola Arema FC Dendi Santoso (tengah) berebut bola udara dengan pesepakbola Persib Bandung dalam laga lanjutan BRI Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (11/9/2022). Persib Bandung berhasil unggul dikandang Arema FC dengan skor 1-2. SURYA/PURWANTO (SURYA/PURWANTO)

Baca juga: Jadwal BRI Liga 1 2022 Hari Ini: Persib Bandung vs Barito Putera, Live Indosiar

Mampu bermain cukup baik dengan menerapkan high pressing pada babak pertama, pemain Arema FC malah kewalahan pada babak kedua.

Pemain Singo Edan seakan kehabisan tenaga saat Persib Bandung berhasil comeback pada babak kedua dengan mencetak dua gol kemenangan.

Seakan tak ingin hal sama terjadi lagi, kini Javier Roca mencoba memahami kondisi timnya sendiri daripada memaksakan bermain khas malangan.

“Sekarang tinggal fisiknya mulai diatur, tak ada klub maupun pemain yang bisa melakukan high pressing selama 90 menit,” ujar Javier Roca dilansir We Aremania.

“Di situlah pemain harus pintar, terutama untuk mengatur tempo permainan,”

“Kita tidak bisa menyerang dan bertahan dalam satu ritme,” kata Roca.

Seperti diketahui gaya bermain Malangan ialah mengandalkan kerja keras dan etos perjuangan sepanjang permainan.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.