BI Diperkirakan Naikkan Suku Bunga Lagi Hingga Capai 5 Persen di Akhir 2022 | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –– Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 50 basis poin (bps) dinilai jadi sinyal BI ingin mengimbangi naiknya suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed.

Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, rupiah tidak bisa bertahan dari kekuatan dolar AS apabila BI tidak naikkan suku bunga 50 bps.

“Selain itu, ada kekhawatiran inflasi karena naiknya harga BBM cukup berbahaya, sehingga respon BI naikkan bunga cukup agresif. Perkiraan ke depan, BI akan naikan bunga 50 basis poin lagi, sehingga bisa saja menembus 4,75 persen sampai 5 persen di akhir 2022,” ujarnya melalui pesan singkat kepada Tribunnews.com, Jumat (23/9/2022).

Baca juga: Kenaikan Suku Bunga Acuan Tak Mampu Kerek Rupiah, Posisi Akhir Pekan Rp 15.037 per dolar AS

Lebih lanjut, Bhima menilai, bank umum akan segera melakukan penyesuaian terhadap bunga pinjaman dalam waktu yang cepat.

Meski sebagian masih memiliki likuiditas yang gemuk, dampak kenaikan suku bunga terhadap sektor riil bisa mengurangi minat pelaku usaha meminjam dari perbankan.

Kendati demikian, kenaikan tersebut menjadi dilematis karena jika BI tidak naikkan suku bunga acuan, maka efek pelemahan nilai tukar rupiah justru menimbulkan imported inflation.

“Ini yang menambah beban inflasi pasca naiknya harga BBM. Jadi, keputusan BI sudah tepat, bahkan perkiraan ke depan BI akan naikan lagi 50 basis poin,” pungkas Bhima.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.