BI Prediksi Inflasi Juli 0,5 Persen, Komoditas Cabai Merah dan Bawang Merah Jadi Penyebab Utama | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) dalam laporannya menyebutkan, inflasi nasional pada Juli 2022 diprediksi 0,5 persen secara bulanan (month to month/mtm).

Prediksi yang dilakukan BI berdasarkan survei pemantauan harga yang dilakukan pada minggu keempat Juli 2022.

Menurut Bank Sentral, perkembangan harga pada periode tersebut dinilai masih relatif terkendali.

Baca juga: IMF Peringatkan Inflasi Tinggi Bisa Mengancam Ekonomi ke Jurang Resesi

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono mengatakan, penyumbang utama inflasi bulan ini ditempati oleh komoditas cabai merah, bawang merah, hingga Bahan Bakar Rumah Tangga (BBRT).

“Penyumbang utama inflasi Juli 2022 sampai dengan minggu keempat yaitu komoditas cabai merah sebesar 0,17 persen (mtm), bawang merah sebesar 0,10 persen (mtm), BBRT sebesar 0,08 persen (mtm), angkutan udara sebesar 0,06 persen (mtm), cabai rawit sebesar 0,04 persen (mtm),” jelas Erwin, Jumat (29/7/2022).

“Kemudian untuk tomat, daging ayam ras, mie kering, nasi dengan lauk, air kemasan, semen, sabun detergen bubuk/cair, dan tarif air minum PAM masing-masing menyumbang andil sebesar 0,01 persen (mtm),” sambungnya.

Baca juga: Bergulat Melawan inflasi, Fed Kembali Naikkan Suku Bunga 75 Basis Poin

Bank Indonesia juga mencatat sejumlah komoditas yang mengalami deflasi.

Komoditas tersebut seperti minyak goreng sebesar 0,06 persen (mtm), jeruk dan emas perhiasan masing-masing sebesar 0,02 persen (mtm), telur ayam ras, kangkung, bayam, sawi hijau, dan bawang putih masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm).

Baca juga: Bursa Saham di Asia-Pasifik Mayoritas Turun Menyusul Rilisnya Data Inflasi Australia

Erwin mengungkapkan, Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait.

Hal tersebut dilakukan untuk tetap mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan eksternal yang meningkat.

“Serta terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut,” pungkas Erwin.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.