BSI Kini Jadi Bank Terbesar di Aceh, Nasabah Nambah 2 Juta karena Qanun | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) kini menjelma menjadi bank syariah di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD).

Aturan qanun syariah di bisnis perbankan membuat BSI mendapat tambahan 2 juta nasabah dalam waktu singkat.

Qanun tentang perbankan syariah diatur melalui Peraturan Daerah (Perda) di Bumi Serambi Mekkah, yakni Qanun Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah.

Aturan tersebut mewajibkan hanya bank syariah yang bisa beroperasi di Aceh mulai tahun 2022.

Sesuai amanat Qanun, semua lembaga keuangan di Aceh harus beroperasi dengan prinsip syariah. Bila ingin tetap beroperasi, bank konvensional NAD harus beralih menjadi syariah.

“Aceh itu kan daerah khusus, dan perlakuannya terhadap syariah. Di sana ada Qanun, Qanun itu Peraturan Daerah yang didalamnya mengatur aktivitas di sana termasuk lembaga keuangan,” kata┬áSekretaris Perusahaan BSI Gunawan Arif Hartoyo saat melakukan kunjungan ke lantor Kompas Gramedia Jakarta, Jumat (19/8/2022).

Baca juga: BSI Semakin Fokus Garap Pusat Keuangan Syariah di Dubai

Dia menjelaskan, regulasi syariah tersebut berlaku sejak 4 Januari 2019 dengan penyesuaian waktu maksimal 3 tahun.

“Kami kelimpahan 2 juta nasabah di Aceh. Jadi BSI itu memang menjadi bank utama di sana. Suplai Bank Indonesia di Aceh seperti mengedarkan uang ya di BSI,” papar Gunawan.

Dengan adanya hal tersebut BSI menunjukkan komitmennya dalam pengembangan ekonomi syariah di Aceh.

Baca juga: BSI Biayai Proyek Tol Semarang-Demak Lewat Pinjaman Sindikasi Rp1,34 Triliun

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.