Bunuh Ibu dan Adik Kandung, Pelaku Mengaku Dapat Bisikan Gaib, Sebut Korban Anak Iblis | 31left

TRIBUNNEWS.COM – M, pelaku pembunuhan ibu dan adik kandung di Jorong Koto Tuo, Nagari Sulit, Kecamatan X Koto di Atas, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, sempat menuntut ilmu hitam.

Pria berusia 50 tahun itu, mempelajari ilmu hitam dengan bersemedi di sebuah tebing berbentuk goa.

Demikian dikatakan Kapolres Solok Kota, AKBP Ferry Suwandy kepada TribunPadang.com, Sabtu (11/6/2022).

“Dari keterangan warga setempat pelaku sempat menuntut ilmu sesat atau ilmu hitam dengan cara bersemedi di tebing berbentuk goa di daerah tersebut,” ujarnya. 

Saat diperiksa terkait motif yang melatarbelakangi aksi pembunuhan tersebut, pelaku mengaku mendapat bisikan gaib.

Bahkan pelaku menyebut yang dibunuhnya bukanlah ibu dan adik kandungnya.

Baca juga: Sembilan Anak di Bawah Umur di Sinjai Ditetapkan sebagai Tersangka Pembunuhan

Lanjutnya, pelaku mengatakan ibunya kandungan sudah lama meninggal.

Sementara yang ia bunuh adalah jelmaan iblis, sementara adiknya ia anggap anak dari iblis tersebut.

Ng Ghim Hong, peranta penyeludup rokok dijatuhi hukuman 4 tahun penjara serta denda sebesar S$ 34 juta dollar Jumat (2/1/2019).
Ng Ghim Hong, peranta penyeludup rokok dijatuhi hukuman 4 tahun penjara serta denda sebesar S$ 34 juta dollar Jumat (2/1/2019). (Today Online)

“Dengan pemikiran tersebut, pelaku menggunakan parang dan kapak, saat pelaku menyerang kedua korban, mereka sempat menahannya, tetapi karena tenaga pelaku lebih kuat, sehingga tidak dapat menahan serangan pelaku,” ungkap Kapolres Solok Kota itu.

Dikatakannya, pelaku menyerang ibunya dengan kapak di bagian belakang kepala sebanyak dua kali.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.