BWF Terpukau dengan Gemuruh Istora, Atmosfernya Seperti Nonton Piala Dunia | 31left

TRIBUNNEWS.COM – Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) akui asmosfer nonton badminton di Istora, Senayan, Jakarta, seperti nonton final Piala Dunia di Inggris.

  1. Pasalnya, riuh gemuruh dukungan suporter Indonesia di Istora pada ajang turnamen BWF sendiri tiada dua.

Terlebih di gelaran Indonesia Open dan Indonesia Masters kemarin jadi comeback Istora kembali dihadiri penonton setelah jeda karena pandemi Covid-19.

Pasangan pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon (kanan) dan Kevin Sanjaya Sukamuljo sebelum melawan pasangan pebulu tangkis Malaysia, Goh Sze Fei dan Nur Izzuddin pada babak 8 besar Indonesia Masters di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (10/6/2022). Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo berhasil mengalahkan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin lewat rubber game atau tiga gim dengan skor 10-21, 21-11, dan 21-18 dan berhak melaju ke babak semifinal. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pasangan pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon (kanan) dan Kevin Sanjaya Sukamuljo sebelum melawan pasangan pebulu tangkis Malaysia, Goh Sze Fei dan Nur Izzuddin pada babak 8 besar Indonesia Masters di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (10/6/2022). Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo berhasil mengalahkan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin lewat rubber game atau tiga gim dengan skor 10-21, 21-11, dan 21-18 dan berhak melaju ke babak semifinal. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Baca juga: Daftar Atlet Badminton Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF 2022: Marcus/Kevin Hingga Anthony Sinisuka

Tak heran jika banyak Badminton Lovers (BL) yang berbondong-bondong untuk memenuhi Istora.

Atmosfer yang ada bikin BWF memberikan perumpamaan bahwa badminton di Istora hampir sama dengan gelaran final Piala Dunia di Stadion Wembley, Inggris.

“Istora berkapasitas 7.166 tempat duduk, bisa sekeras Stadion Wembley yang penuh sesak saat Inggris bertanding di final Piala Dunia sepak bola,” tulis BWF mengutip dari laman resmi BWF.

Bahkan venue legendaris itu di cap sebagai rumah bulu tangkis seumur hidup.

“Arena Indonesia (Istora) dianggap sebagai rumah bulu tangkis seumur hidup sejak acara perdananya – Piala Thomas 1961,” imbuhnya.

Antusiasme yang cukup militan itu juga disambut baik oleh para atlet.

Atlet Tanggapi Meriahnya Tanding di Istora

Pebulu tangkis asal Korea, An Seyoung menunjukkan decak kagum kepada penonton Indonesia yang datang ke Istora.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.