Ciptakan Kerajinan dari Sisik Ikan, Cahyani Sukses Jadi Pengusaha Bahkan Sekolahkan Anak Ke Jerman | 31left

TRIBUNNEWS.COM – Sisik ikan merupakan limbah yang sangat mudah ditemui di kehidupan sehari-hari. Ketika akan mengolah ikan, biasanya bagian sisik akan dibersihkan dan langsung dibuang begitu saja.

Namun siapa sangka, ternyata sisik ikan bisa memiliki nilai jual tinggi. Di tangan Cahyani, seorang pelaku UMKM di Manado, sisik ikan berhasil dikreasikan menjadi beragam aksesoris dan kerajinan tangan yang begitu cantik.

Cahyani bercerita, ide kreatif mengolah bahan tidak biasa yang satu ini bermula dari keisengan dan ketidaksengajaan saat ia menunggu anaknya di kantin sekolah. Di sana ia melihat pegawai kantin yang tengah membersihkan ikan.

“Saya lihat kok sisiknya bagus, jadi saya ambil. Terus saya buat anting-anting dan saya pakai. Nah, pas dilihat ternyata banyak yang suka. Terus saya kasih ke yang lain, lama-lama saya jual, dan akhirnya saya titip ke toko-toko suvenir,” ungkap Cahyani.

Wanita yang akrab disapa Bu Yani ini menjelaskan, tidak semua sisik ikan bisa dikreasikan menjadi kerajinan tangan. Hanya ikan-ikan tertentu, terutama jenis ikan laut dalam dan ikan karang, seperti ikan kakap merah dan ikan kakak tua yang memiliki sisik yang kokoh.

Biasanya Cahyani mendapatkan bahan baku berupa sisik ikan tersebut dari para penjual ikan yang ada di pasar. Awalnya, ia hanya meminta dari para penjual ikan, hingga akhirnya bisa menjalin kerja sama dan mendapatkan sisik ikan segar, serta langsung dibersihkan dan diolah.

Sementara itu, untuk referensi desain dan ragam kreasi aksesoris dari sisik ikan, Yani mengaku sebagian besar dirinya belajar secara otodidak dari internet. Selain ilmu dari internet, ia juga pernah berkesempatan mengikuti pelatihan desain produk yang diadakan Bank Indonesia.

Lebarkan sayap ke produk ecoprint

Melalui usaha kreatif yang dijalaninya, hingga kini Cahyani bisa turut memberdayakan masyarakat sekitar, terutama para ibu rumah tangga untuk membantunya dalam memproduksi aksesoris dari sisik ikan.

Cahyani, pelaku UMKM Manado yang kreasikan sisik ikan jadi aksesoris cantik bernilai jual. 2

Tak hanya membagikan ilmu yang ia punya kepada yang lain, Cahyani juga tak henti-hentinya terus belajar agar bisa makin mengembangkan usaha yang digelutinya.

Hasilnya, kini usaha Cahyani sudah bisa menjalani usaha dengan berjualan secara online, bahkan hingga melebarkan sayap ke produk kain ecoprint, serta kreasi tas dari serat pisang abaka di masa pandemi.

“Saya itu belajar otodidak. Dengan usaha sendiri, bekerja keras, dengan semangat dan fokus pada usaha kita, ternyata kita bisa berhasil,” ceritanya.

Maka dari itu, Cahyani pun berpesan agar para pelaku usaha jangan pernah lelah untuk terus berusaha dan bekerja keras dalam menghadapi semua tantangan agar usaha yang dijalani bisa terus maju.

“Saya membagikan motivasi dengan bagaimana saya memulai hanya dari sisik ikan yang dipungut, kemudian dengan perjuangan saya akhirnya bisa membantu ekonomi keluarga hingga bisa menyekolahkan anak kembar saya ke Jerman dan berdampak pada lingkungan,” papar Cahyani.

Terus belajar menjadi kunci

Cahyani mengungkapkan, terus belajar dari manapun dan dengan siapapun menjadi kunci sukses suatu usaha. Dengan terus belajar dirinya pun mampu mengembangkan usaha dari bahan limbah sisik ikan yang tidak biasa.

Bahkan, dirinya sangat bersyukur dapat bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) hingga bisa turut serta dalam pameran-pameran yang diselenggarakan Bank BRI. Salah satunya yaitu pada acara UMKM Export BRILian Preneur 2019 yang digelar di Assembly Hall JCC.

“Saya bersyukur bisa ikut serta dan bisa diapresiasi produk saya di sana oleh Presiden Joko Widodo,” cerita Cahyani.

Cahyani, pelaku UMKM Manado yang kreasikan sisik ikan jadi aksesoris cantik bernilai jual. 3

Tak hanya men-support Cahyani untuk turut serta pada kegiatan pameran-pameran di beberapa kota, BRI juga memfasilitasi dirinya untuk ikut serta pada berbagai pelatihan, salah satunya pelatihan digital marketing ketika pandemi terjadi.

Berkat pelatihan-pelatihan yang difasilitasi BRI, kini Cahyani tak hanya menjalani usaha, tetapi juga turut memberikan pelatihan kepada pihak-pihak lain, serta telah mengantongi sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Mantri BRI Wilayah Manado Selatan menjelaskan, BRI berkomitmen untuk membantu UMKM seperti Cahyani agar bisa lebih mengembangkan usahanya, terlebih mengembangkan usaha yang unik.

Nah, makin penasaran dengan kisah perjalanan Cahyani dalam terus belajar dan mengembangkan usaha hingga bisa sukses dan mencapai titik ini? Untuk kisah selengkapnya saksikan secara lengkap dalam Petualangan Brilian The Series Season 2: Episode 7 yang tayang di kanal YouTube Kompas TV.

Lewat season kedua ini, kisah Cahyani merupakan salah satu kisah pelaku UMKM dari penjuru nusantara dalam membangun dan mengembangkan daerah asalnya melalui gagasan bisnis kreatif nan inspiratif.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.