Data BMKG: 90 Gempa Susulan Terjadi di Cianjur dan Sukabumi | 31left

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG –  90 gempa susulan tercatat terjadi setelah gempa berkekuatan M 5,6 di sejumlah daerah di Jawa Barat, Senin (21/11/2022) pukul 13.21.10 WIB.

Berdasarkan laman dan aplikasi Info Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) , sampai dengan pukul 22.30 WIB, telah terjadi 90 gempa susulan, terletak di sekitar lokasi awal gempa pertama.

Baca juga: Gempa Cianjur Karena Sesar Cimandiri: Karakteristiknya Belum Diketahui 

Sebagian besar terdapat di Kabupaten Cianjur, sebagian kecil berada di Kabupaten Sukabumi. Magnitudo terbesar adalah M 4.2, sedangkan yang terkecil M 1.5.

Sebelumnya, BMKG menyatakan episenter gempa bumi pertama yang berkekuatan M5,6 terletak pada koordinat 6,86° LS ; 107,01° BT, atau tepatnya berlokasi di darat wilayah Sukalarang, Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 11 km.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal yang diduga akibat aktivitas sesar Cimandiri.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip),” kata Daryono melalui siaran tertulisnya.

Gempabumi ini dirasakan di Kota Cianjur dengan skala intensitas V – VI MMI (Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar). Garut dan Sukabumi IV – V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun).

Cimahi, Lembang, Kota Bandung, Cikalong Wetan, Rangkasbitung, Bogor dan Bayah dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah.

Baca juga: Korban Meninggal Akibat Gempa Cianjur Bertambah Menjadi 162 Orang, 13.784 Jiwa Mengungsi

Terasa getaran seakan akan truk berlalu). Rancaekek, Tangerang Selatan, Jakarta dan Depok dengan skala intensitas II – III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ).

 
“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” katanya.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul BMKG Catat Ada 90 Gempa Susulan usai Gempa Cianjur, Terbesar M 4,2, Masyarakat Diimbau Tetap Tenang

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *