Departemen Keuangan AS Jatuhkan Sanksi pada Tiga Alamat Ethereum yang Terkait dengan Peretas Lazarus | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON – Departemen Keuangan Amerika Serikat telah menjatuhkan sanksi kepada tiga alamat dompet Ethereum, yang diduga terkait dengan kelompok peretas Lazarus.

Kelompok ini bertanggung jawab atas pencurian lebih dari 600 juta dolar AS dalam bentuk kripto dari Ronin Network.

Dikutip dari cointelegraph.com, pada Jumat (22/4/2022) kemarin, Kantor Pengawasan Aset Asing Departemen Keuangan AS (OFAC) mencantumkan tiga alamat Etherum ke dalam sanksi yang ditunjukan untuk Grup Lazarus Korea Utara.

Baca juga: Bank Sentral Ukraina Larang Warganya Beli Kripto dengan Mata Uang Lokal

Otoritas AS, termasuk Biro Investigasi Federal serta Badan Keamanan Cybersecurity dan Infrastruktur, pada Maret lalu telah menargetkan kelompok tersebut atas dugaan pencurian lebih dari 173,6 ribu Eter (ETH) dan 25,5 juta USDC dari Ronin Network.

Dalam sebuah Tweet yang diposting pada Jumat (23/4/2022) kemarin, pemerintah AS menegaskan ditambahkannya alamat dompet Etherum ini, merupakan salah satu upaya untuk mencegah Korea Utara menghindari sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat dan PBB.

Setidaknya satu alamat dompet yang terhubung ke peretas Ronin, dilaporkan telah mengirim dana ke layanan pencampur kripto, termasuk Tornado Cash.

Chainalysis melaporkan pada Januari lalu, melalui serangan cyber yang terjadi pada tahun 2021, Lazarus telah mencuri cryptocurrency senilai 400 juta dolar AS.

Baca juga: Tips Investasi di Kripto Agar Tidak Boros Kelola Uang THR

Ini berarti, sejauh ini pencurian Ronin Lazarus merupakan pencurian terbesar yang dilakukan kelompok ini.

Penambahan alamat ETH merupakan langkah terbaru, yang mengidentifikasi aset digital dapat digunakan sebagai sarana bagi pemerintah yang terkena sanksi untuk mendapatkan pendanaan.

Bulan ini, Departemen Keuangan AS telah menargetkan pasar darknet yang berbasis di Rusia, Hydra dan pertukaran mata uang digital Garantex, karena dugaan keterkaitan keduanya dalam serangan ransomware dan kejahatan dunia maya lainnyaa.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.