Dewan Kerajinan Nasional Dorong Produk UMKM Wastra Kain Ulos Tembus Pasar Luar Negeri | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Choirul Arifin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) sebagai mitra pemerintah terus berupaya mendorong pelaku usaha UMKM dalam peningkatan produk kerajinan berbasis kearifan lokal yang berdaya saing sehingga bisa menembus pasar global.

Hal tersebut disampaikan Ketua Bidang Promosi dan Humas Dekranas, Maria Anna Plate dalam acara Webinar Digitalk dengan tema “Bersama Dekranas, Mendorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional Melalui UMKM Kreatif Wastra”, di Medan, 20 Juli 2022.

Anna Plate mengatakan, pesona kain wastra Nusantara yang memiliki makna dan cerita pada setiap lembarnya menginspirasi para desainer untuk mengaplikasikannya dalam rancangan busana mereka.

Baca juga: Kemenperin-Dekranas Dorong Regenerasi Pengrajin Lewat Kompetisi Tudung Saji Nusantara

Contohnya Ulos Toba sebagai salah satu wastra Nusantara dan karya terbaik provinsi Sumatera Utara.

Selaras dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) 2021 serta pengembangan lima destinasi wisata super prioritas dalam mendukung ekonomi kreatif, Ulos memiliki kekuatan sendiri yang bisa dipromosikan sebagai salah satu daya tarik kreatif.

Makna kain ulos pun kini telah berkembang luas menjadi sumber perekonomian masyarakat Batak Toba.

Baca juga: Kolaborasi Dekranas-Telkom: Digitalisasi Menginspirasi Gaya Hidup Sehat Nan Modis

“Kita juga mendorong perluasan akses pasar bagi produk kerajinan Indonesia secara digital, peningkatan hubungan kemitraan serta kerja sama dengan lembaga nasional dan internasional dalam bidang industri kerajinan, serta mendorong masyarakat Indonesia untuk mencintai produk asli daerah,” ujar Anna Plate.

Di kesempatan yang sama, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kementerian Kominfo, Septriana Tangkary mengatakan eksistensi Sumatera Utara ditunjukan dengan adanya produk-produk wastra, kecintaan dan kebanggan masyarakat Sumatera Utara, yakni kain ulos.

Kain legendaris ini telah eksis sejak abad ke-14 dan selalu menjadi simbol perjalanan hidup Suku Batak, sekaligus lambang kasih sayang maupun penghormatan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.