Di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global Muncul Fenomena ‘Shrinkflation’ di Sejumlah Negara, Apa Itu? | 31left

TRIBUNNEWS.COM, AS –  Di tengah perekonomian global yang mengalami penyusutan muncul fenomena baru produsen dan para penjual produk.

Dari kertas toilet, hingga yogurt, kopi dan keripik jagung, para produsen diam-diam mengecilkan ukuran kemasan tanpa menurunkan harga.

Fenomena ini disebut sebagai “shrinkflation” atau “penyusutan,” dan dengan cepat terjadi seluruh belahan dunia.

Di Amerika, sekotak kecil tissue yang beberapa bulan lalu memiliki 65 lembar kertas tissue, kini hanya 60 lembar.

Yogurt Chobani Flips menyusut dari 5,3 ons menjadi 4,5 ons.

Baca juga: Bank Dunia Prediksi Perekonomian Global 2022 Suram Akibat Perang, Stagflasi, dan Krisis Pangan

Di Inggris, Nestle memperkecil kaleng kopi Nescafe Azera Americano dari 100 gram menjadi 90 gram.

Sementara di India, ukuran sebatang sabun cuci piring Vim diperkecil dari 155 gram menjadi 135 gram.

Para ahli mengatakan penyusutan bukan hal baru, namun semakin meluas saat inflasi karena perusahaan bergulat dengan kenaikan biaya untuk bahan-bahan produk, pengemasan, tenaga kerja dan transportasi.

Inflasi harga konsumen global naik sekitar 7 % pada Mei lalu, yang menurut Standard&Poor Global akan berlanjut hingga September nanti.

“Hal ini datang bagai gelombang. Kita kebetulan berada dalam gelombang pasang karena inflasi,” ujar Edgar Dworsky, advokat konsumen dan mantan asisten jaksa agung di Massachusetts yang selama beberapa puluh tahun telah mendokumentasikan penyusutan yang terjadi di situs web Consumer World buatannya.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.