Dorong Link and Match, Kemendikbudristek Gandeng Industri Luncurkan National Showcase SMK BISA | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi bekerjasama dengan Astra meluncurkan program National Showcase SMK Binaan Astra (BISA) di Ponorogo, Jawa Timur.

Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Wikan Sakarinto mengatakan program ini merupakan link and match antara pendidikan vokasi dengan dunia industri.

“Ke depan akan kita upayakan bisa mendapatkan project riil, jadi siswa belajar sambil mengerjakan projects sesungguhnya,” ujar Wikan melalui keterangan tertulis, Sabtu (14/5/2022).

Dengan dikembangkannya Link & Match SMK BISA, lulusan vokasi yang bekerja di Grup Astra sebesar 64 persen dari total karyawan Astra.

Sedangkan selebihnya diserap langsung oleh industri lain dan sebagian kecil lainnya melanjutkan studi ke jenjang selanjutnya atau menjadi wirausaha.

“Semuanya akan menerapkan kurikulum baru yaitu kurikulum Merdeka, yaitu kurikulum yang jauh lebih fleksibel, kurikulum yang lebih adaptif dengan apa yang diinginkan oleh industri,” jelas Wikan.

Baca juga: Komisi X DPR Minta Kemendikbudristek Antisipasi Meluasnya Kasus Hepatitis Akut pada Anak

SMK PGRI 2 Ponorogo akan mendapatkan kucuran dana lebih kurang Rp 5 miliar.

Dana tersebut merupakan dana National Showcase SMK BISA sebesar Rp 2,5 miliar dari Astra dan juga mendapat tambahan Rp 2,5 miliar dari Kemendikbudristek melalui SMK Pusat Keunggulan (PK) skema Pemadanan.

Sementara itu, Head of Social Engagement Astra, Triyanto mengatakan pengembangan National Showcase SMK Bisa merupakan program yang berjalan dengan dana matching fund antara Astra dengan Ditjen Pendidikan Vokasi.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan program ini merupakan upaya pengembangan SMK secara mendalam dan menyeluruh mulai dari brainware, software dan hardware dengan mengedepankan kemitraan.

“Launching National Showcase SMK BISA ini merupakan kerja sama dan sinergi yang sangat baik antara Kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi,” ujarnya.

Dalam perkembangannya sampai dengan tahun 2021 ini, Astra telah membina 3.320 SMK dengan lebih dari 1200 SMK diantaranya sudah Link and Match di seluruh Indonesia.

Sampai saat ini, 137 SMK telah terverifikasi dengan Teaching Factory Assessment.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.