Elpitua Siregar Siap Benamkan Robin Catalan Demi Balas Kekalahan Indonesia | 31left

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Setelah sempat tertunda, petarung Indonesia, Elipitua Siregar akan menghadapi atlet Filipina, Robin Catalan dalam laga MMA divisi strawweight di ONE 157 pada Jumat, 20 Mei.

Laga yang akan dilangsungkan di Singapore Indoor Stadium ini awalnya dijadwalkan pada Januari lalu. Namun, Robin terpaksa mundur demi mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

Kala itu, lawan Elipitua berganti menjadi Senzo Ikeda dan mantan atlet gulat asal Medan ini terpaksa mengakui keunggulan sang lawan lewat TKO pada ronde ketiga.

Laga ini terasa penting bagi Elipitua yang ingin kembali ke jalur kemenangan sekaligus membalas kekalahan dua petarung Indonesia dari Robin Catalan. Jelang laga mendatang, ia pun membedah kelebihan serta kelemahan sang lawan.

“Menurut saya, Robin Catalan itu gayanya Muay Thai banget. Dia sering melayangkan tendangan dan pukulan. Tapi enggak boleh meremehkan kemampuan ground-nya. Dia susah dijatuhkan karena punya dasar wushu juga,” ungkap Elipitua Siregar.

Terlepas dari kelebihan sang lawan, Elipitua mengaku telah mempelajari kelemahan lawan yang bisa ia ekspos dalam laga nanti.

“[Kelemahannya] di ground. Dia mungkin bagus untuk menjatuhkan lawan atau menahan upaya takedown lawan. Cuma saat sudah bermain di bawah, masih bisa saya akali. Saya kira kelemahannya itu saat pertarungan berlangsung di bawah,” tutur Elipitua Siregar.

Elipitua Siregar bisa berubah menjadi sangat agresif saat laga berlangsung di area bawah. Sebagai mantan atlet gulat, pria yang besar di Sekolah Olahraga Ragunan ini telah mencetak tiga kemenangan di ONE Championship lewat kuncian, sementara satu lainnya lewat TKO.

Di sisi lain, Robin adalah atlet berpengalaman yang menjadi juara wushu dan Muay Thai di Filipina. Terlebih, Robin pernah mengalahkan Adrian Mattheis dan Stefer Rahardian di ONE Championship. Bekal itu tentu menambah kepercayaan dirinya.

Kemenangan hattrick atas Indonesia bukan hanya akan membuktikan kapasitasnya untuk menembus peringkat lima besar divisi strawweight, tetapi juga meningkatkan kondisi perekonomian sasana Catalan Fighting System tempatnya berlatih yang terdampak oleh pandemi.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.