Ethereum Garap Skema Transisi Baru Kini Penambang Bisa Lakukan Mining Kripto Ramah Lingkungan | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews.com Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON – Meningkatnya jumlah penambangan kripto, membuat Ethereum berambisi untuk menjadi salah satu koin kripto yang ramah lingkungan dengan merubah proses transisi dari model Proof-of-Work (PoW) ke Proof-of-Stake (PoS) atau yang disebut Ethereum 2.0.

Transisi ke jaringan PoS menjadi penting untuk Ethereum, lantaran ETH sendiri ingin membuat proses mining atau penambangan kriptonya menjadi murah dan ramah lingkungan.

Sebelum Ethereum bertransisi ke arah PoS, para penambang koin Ethereum biasanya harus menyediakan komputasi listrik berdaya tinggi untuk menjalankan perangkat komputer atau mining rig yang terdiri dari banyak kartu pengolah grafis (GPU).

Baca juga: Pasar Kripto Menghijau Meski Ada Ancaman Resesi AS  

Mengutip dari Cointelegraph peralatan ini digunakan untuk menunjang penambang kripto mendapatkan satu koin ETH Karena proses mining memakan waktu yang lama membuat aktivitas penambangan kripto memerlukan konsumsi listrik yang tinggi.

Bahkan konsumsi listrik untuk aktivitas penambangan kripto setiap tahunnya, setara dengan konsumsi listrik di Washington tiap tahun.

Meningkatnya konsumsi listrik inilah yang membuat Ethereum khawatir apabila aktivitas penambangan kripto dapat menyumbang polusi terbesar.

Tidak hanya konsumsi listrik yang boros, aktivitas penambangan Ethereum juga banyak menghasilkan sampah elektronik.

Hal itu disebabkan oleh perangkat keras yang cepat rusak karena terus digunakan untuk kegiatan menambang kripto, mengingat usia mesin mining rata-rata hanya dapat bertahan selama 1,5 tahun.

Sebagai informasi masa transisi Ethereum dari PoW ke PoS dilakukan secara bertahap tepatnya sejak peluncuran Beacon Chain di tahun 2020 lalu.

Kemudian di tahun 2021 hingga akhir 2022 Ethereum mulai meluncurkan Fase 1.

Setelah proses ini rampung digarap, barulah Ethereum akan masuk dalam Fase 2 atau fase terakhir dari transis

Baca juga: Jual Aset Kripto hingga 75 Persen, Tesla Mengaku Masih Punya Bitcoin Senilai 222 Juta Dolar AS

Di Fase ke 2 nantinya para penambang akan melihat tampilan Ethereum yang telah dilengkapi dengan layanan WebAssembly atau eWASM.

Cara ini dilakukan untuk menurunkan konsumsi energi hingga 95 persen serta menstabilkan harga Ethereum di pasar kripto.

Dimana menurut panataun Coinmarketcap pada perdagangan Minggu (31/7/2022) harga ETH dibandrol dengan harga 1.697 dolar AS per coin.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.