Fahri Hamzah sebut KIB Koalisi Bohongan, Pengamat Nilai Hal Itu Berlebihan | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai, pernyataan Waketum DPN Partai Gelora Fahri Hamzah terlalu berlebihan, karena menyebut Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) sebagai koalisi bohong-bohongan lantaran tak kunjung menentukan calon presiden (capres).

Menurut Adi, jika kritikan Fahri adalah KIB belum menentukan capres dan cawapresnya, itu adalah sebuah proses.

“KIB belum memutuskan siapa capres dan cawapres, jadi masih terbuka siapapun yang akan diusung, PAN boleh usul siapa, yang lain siapa, pada akhirnya akan berkompromi siapa yang dianggap realistik ketiga partai ini untuk maju bersama,” kata Adi, kepada wartawan, Kamis (28/7/2022).

Baca juga: KIB Harus Usung Capres Internal pada Pilpres 2024 untuk Dapat Coattail Effect

Adapun, KIB dibentuk oleh Partai Golkar, PAN dan PPP. Adi menyebut justru koalisi yang inklusif, terbuka pada siapa saja.

Lantas, KIB akan teruji jika pasangan capres dan cawapres yang diusung KIB melawan pasangan yang diusung Gerindra dan PKB.

“Kelihatannya serius koalisinya. Minimal koalisi antar partai. Koalisi ini akan diuji kalau yang maju adalah Prabowo dan Prabowo tidak menyertakan Muhaimin sebagai wakil, karena PKB yang mau berkoalisi ya harus muhaimin sebagai wakilnya,” pungkas Adi. (*)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.