Fenomena Brand Ambassador Serba K-Pop, Cuma Gimmick? | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mohammad Alivio

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tak bisa dipungkiri, pengaruh Korean Wave di dunia khususnya Indonesia sangat berkembang pesat.

Tentunya momen tersebut dimanfaatkan para pebisnis untuk membuka bisnis yang ada unsur K-Pop nya.

Baca juga: Ada THE BOYZ hingga Red Velvet, Ini Deretan Grup Kpop Gelar Konser di Indonesia 2022

Lihat saja sejumlah restoran dan brand-brand yang mulai menggandeng unsur K-Pop hingga menjadikan artisnya sebagai brand ambassador.

Di Indonesia sendiri, sejumlah kafe hingga restoran yang mengambil konsep K-Pop mulai menjamur.

Daniel Hermansyah, sebagai CEO Kopi Chuseyo, yang merupakan salah satu pelopor, ikut berkomentar mengenai hal ini.

Menurutnya, ia ikut senang dengan banyaknya kafe dan restoran berkonsep K-Pop.

Hanya saja beberapa di antaranya hanya menggunakan K-Pop sebagai gimmick dan mengambil keuntungan bisnis dari sana.

Baca juga: Jalankan Strategi New Generation Banking System, KB Bukopin Gandeng Kpop Aespa

“Misal ada fans K-Pop seperti aku yang bikin kafe juga, aku dukung malah. Hebat dia dari hobi berani jadi pengusaha,” kata Daniel Hermansyah saat dihubungi awak media, Rabu (22/6/2022).

“Tapi pernah beberapa kali kejadian, brand yang tidak paham K-Pop dan tidak ada hubungan dengan K-Pop tapi ikut-ikutan K-Pop malah akhirnya flop. Kenapa? Karena menganggap K-Pop cuma sekadar marketing gimmick biar ramai, tapi tidak bisa treat fans dengan baik. Intinya fans tahu mana brand yang benar-benar K-Pop dan mana yang cuma ikut-ikutan,” lanjutnya.

Grup musik Kpop Aespa.
Grup musik Kpop Aespa. (IST)Fenomena Brand Ambassador Serba K-Pop, Cuma Gimmick?

Untuk Kopi Chuseyo sendiri, Daniel Hermansyah berangkat dari seorang penggemar K-Pop.

Bukan hanya terlihat dari desain kafenya saja, tetapi Daniel menciptakan sebuah ruang untuk berkumpulnya penggemar K-Pop yang sebelumnya tidak pernah ada.

Berbagai macam event K-Pop sudah digelar oleh Kopi Chuseyo, dan semua secara langsung melibatkan komunitas K-Pop.

“Buat saya K-Pop bukan marketing gimmick. Saya memang sudah suka K-Pop dari saya masih SMP. Saya fans berat IU dari 2008. Tim kantor dan barista juga semua suka K-Pop,” ungkap Daniel Hermansyah.

“Jadi memang kami bekerja dari hati dan kiblatnya pasti semua ke Korea. Bukan cuma dijadikan marketing gimmick biar cafe ramai,” pungkasnya.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.