Foto Hoaks Menteri Agama Rangkul Ragil Mahardika Viral, Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi: Fitnah Keji | 31left

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi mengecam beredarnya video serta foto hoaks yang menyudutkan Wakil Presiden Maruf Amin dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Zainut menyoroti munculnya video hoaks di media sosial tentang gerakan salat jenazah yang dialamatkan kepada Wakil Presiden Maruf Amin dengan gerakan rukuk dan sujud.

Serta foto hoaks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas merangkul Ragil Mahardika yang viral di media sosial akhir-akhir ini.

“Saya menenggarai ada kelompok yang bertujuan melakukan proses pembusukan terhadap para tokoh agama yang kebetulan menjabat sebagai pejabat negara di masa Pemerintahan Pak Jokowi dengan membuat framing negatif melalui media sosial,” ucap Zainut melalui keterangan tertulis, Minggu (15/5/2022).

Menurut Zainut, foto dan video tersebut merupakan hasil rekayasa.

Baca juga: Kemenag: Ada 80.313 Jemaah yang Sudah Lunasi Biaya Haji 2022 dan Konfirmasi Keberangkatan

Sehingga, Zainut mengatakan, video dan foto tersebut merupakan fitnah yang keji terhadap Ma’ruf dan Yaqut.

“Video dan foto tersebut setelah melalui pengamatan para ahli hasilnya dinyatakan palsu dan merupakan hasil rekayasa editan. Jadi baik video Wapres shalat jenazah dan foto Menag Yaqut merangkul Ragil Mahardika adalah bentuk fitnah yang keji,” kata Zainut.

Dirinya menilai kelompok yang sengaja memviralkan berita bohong, hoaks, dan informasi palsu melalui media sosial memiliki tujuan jahat untuk memberikan citra buruk kepada para tokoh agama dan pejabat negara.

“Agar masyarakat tidak percaya kepada Pemerintah. Bahkan lebih jauh dari itu, untuk membuat keresahan, kepanikan, kebencian, fitnah, adu domba dan perpecahan diantara sesama anak bangsa,” ucap Zainut.

Baca juga: Kemenag Minta Kemenkes Percepat Pemberian Vaksin Covid-19 untuk Jemaah Haji

Zainut meminta kepada seluruh masyarakat untuk lebih waspada, bijak, dan cerdas dalam menggunakan media sosial.

Sebaiknya masyarakat tidak cepat percaya pada berita, baik berita yang berupa foto, video atau pun konten narasi yang mengandung unsur provokatif, ujaran kebencian, adu domba, dan fitnah.

“Kita harus bijak dan cerdas dalam menyaring setiap informasi. Kita harus saring sebelum sharing, agar kita tidak menjadi bagian dari orang yang menyebarkan fitnah dan kebencian,” kata Zainut.

Selain itu, Zainut meminta pihak kepolisian dan Kementerian Kominfo untuk lebih menajamkan pengawasannya di dunia maya.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.