Gejala Omicron BA.4 dan BA.5, Simak Tingkat Keparahan dan Penularannya | 31left

TRIBUNNEWS.COM – Omicron BA.4 dan Omicron BA.5 telah terdeteksi di Indonesia.

Omicron BA.4 dan BA.5 ini adalah subvarian baru yang memiliki tingkat kesakitan rendah pada pasiennya.

Mengutip dari kemkes.go.id, sudah ada kasus terkonfirmasi positif Omicron BA.4 dan Omicron BA.5 di Indonesia sejak 6 Juni 2022.

Berdasarkan laporan tersebut, pasien dengan kasus Omicron BA.4, mengalami kondisi klinis tidak bergejala, serta telah melakukan vaksinasi sebanyak dua kali.

Sementara pasien Omicron BA.5, bermula dengan munculnya gejala ringan seperti sakit tenggorokan dan badan terasa pegal, namun ada juga yang tidak merasakan gejala apapun.

Rata-rata pasien positif Omicron BA.5 sudah mendapatkan vaksin Booster hingga 4 kali vaksinasi.

Baca juga: Kasus Covid-19 Naik, Warga DKI Harus Waspada Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5, Wagub Ariza Bersuara

Baca juga: Menkes Ungkap Kronologi Masuknya Sub Varian Omicron BA.4 dan BA.5 ke Indonesia 

Bagaiana tingkat keparahan Omicron BA.4 dan BA.5?

Juru bicara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Mohammad syahril, Sp.P, MPH menjelaskan bahwa subvarian omicron BA.4 dan BA.5, kemungkinan menyebar lebih cepat dibandingkan subvarian Omicron BA.1 dan BA.2.

“Dari laporan itu disampaikan bahwa transmisi BA.4 maupun BA.5 memiliki kemungkinan menyebar lebih cepat dibandingkan subvarian omicron BA.1 dan BA.2. Kemudian tingkat keparahan dari BA.4 dan BA.5 disampaikan tidak ada indikasi menyebabkan kesakitan lebih parah dibandingkan varian omicron lainnya,” kata dr. Syahril pada konferensi pers secara virtual di gedung Kemenkes, Jakarta, Jumat (10/6/2022).

Jubir Kemkes RI juga mengimbau masyarakat agar mewaspadai immune escape.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.