Guru SLB di Lingkungan KCD III Jawa Barat Menciptakan Metode Pembelajaran ABK Melalui Game Interaktif yang Bisa Diakses di Ponsel | 31left

PANDEMI Covid-19 mengharuskan setiap sekolah melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Namun di lingkup pendidikan inklusif, pembelajaran yang dilaksanakan secara online tersebut cenderung kurang efektif.

Hal ini dirasakan oleh Flibianto, salah seorang guru di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) di lingkungan Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah III Jawa Barat. “Peserta didik, khususnya untuk kategori B (tuna rungu)

dan C (tuna grahita) cenderung sulit konsentrasi jika menjalani pembelajaran secara online,” jelasnya, Sabtu (19/11).

Berkaca dari kondisi tersebut tidak lantas membuat Flibianto menyerah

kepada keadaan. Dirinya pun berhasil membuat inovasi digital, yaitu

metode pembelajaran game interaktif untuk Anak Berkebutuhan Khusus

(ABK).

Inovasi digital ini dapat diakses dalam Portal Web dengan alamat

http://belajar.slbnsurade.sch.id/.

Di dalamnya berisi materi pembelajaran dasar seperti pengenalan diri, pengenalan huruf, pengenalan bilangan, pengenalan hewan, pengenalan tumbuhan dan lain sebagainya. Inovasi itu dibuat layaknya seperti sedang bermain gim. Hebatnya lagi, gim interaktif ini dapat diakses melalui ponsel.

“Semuanya ada sekitar 30 gim. Ada juga video. Jadi meskipun tidak

online tapi pembelajaran masih dapat dilaksanakan oleh siswa, sehingga

dapat menghemat kuota mereka juga,” ujar Flibianto.

Berbagai pembelajaran ada di dalam portal web tersebut. Dari mulai

menyatukan huruf menjadi satu kata, pelajaran matematika dasar seperti

hitungan, pengenalan diri seperti anggota tubuh hingga belajar membaca

dengan tampilan layaknya bermain gim.

“Kebanyakan masih sekitar mengenal diri sendiri, mengenal denah rumah,

mana ruang dapur, mereka menunjuk ruang dapur, makanan, terus mengenal

hewan, mengenal anggota tubuh, mengenal bilangan, membaca, menyatukan

huruf, ketika benar ada reward tepuk tangan. Kalau salah diulang. Ya

seperti pembelajaran PAUD,” katanya.

Luar negeri


Enam bulan Flibianto habiskan untuk merancang inovasinya tersebut hingga akhirnya dapat diakses oleh siswa bahkan masyarakat luas. Tidak sia-sia, karena sejumlah gim atau permainan interaktif yang dia gagas

banyak dimanfaatkan oleh sekolah ataupun guru di luar negeri.

Karena bermanfaat, maka membuat banyak pihak tersebut menanyakan cara

pembuatan portal web gime interaktif tersebut. “Banyak yang pakai,

karena kalau online kan di luar negeri juga bisa. Ada yang WA dari

Brunei, mereka bertanya bagaimana cara membuatnya. Kalau di hosting itu

kan kita kelihatan orang mana yang paling banyak buka (web), mayoritas

itu Malaysia, Singapura dan China juga,” ungkapnya.

Berkat kebermanfaatan tersebut, tak ayal inovasi digital pembelajaran

interaktif untuk ABK ini membawa Flibianto mendulang penghargaan sebagai Peserta Terbaik Kategori Guru SLB Dedikatif dan Inovatif yang digelar Kemendikbud pada 2020 lalu.

“Waktu itu inovasi digital saya luncurkan pada 2020 guna menyikapi datangnya pandemi covid-19. Saya jadi juara inovasi guru berdedikasi,” katanya.

Ide membuat aplikasi itu, lanjut dia,ketika kondisi pandemi yang terus

merebak ke berbagai daerah. Melihat kondisi itu, dirinya mencari cara

agar pembelajaran kepada para siswa SLB dapat tetap efektif serta denganĀ  mudah dapat dipahami oleh siswa tersebut.

“Pada 2020 awal, karena covid-19 akhirnya ada pembelajaran jarak jauh. Di sisi lain, ABK terutama kelas bawah, gak bisa pake zoom. Kalau

kita kasih lembar kerja, itu malah menyulitkan orangtua dan pemborosan

kertas. Kalau dengan inovasi digital ini kan bisa dipakai berulang-ulang,” jelasnya.

Flibianto yang saat ini mengajar di SLBN Kabupaten BekasiĀ  berharap,

semua sekolah bisa membuat metode pembelajaran digital yang asik dan

diminati oleh para siswa. Sehingga dengan berbagai inovasi yang ada bisa memberikan pembelajaran yang baik untuk para peserta didik.

“Semua sekolah harus bisa membuat, pembuatan itu gak terlalu sulit, tapi yang mahal ide. Semuanya saling kolaborasi, kalau kurang sempurna bisa disempurnakan oleh guru lain,” pungkasnya.

Motivasi


Sementara itu Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Wilayah III Jawa Barat Asep Sudarsono berharap dengan hadirnya guru-guru inovatif dapat memberikan motivasi yang berharga bagi pendidik, khususnya di Bekasi, Jawa Barat dan Indonesia pada umumnya.

Menurut dia, seorang pendidik jika memiliki jiwa korsa yang baik maka dapat menghasilkan karya bermanfaat bagi yang lain. “Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang memiliki manfaat bagi orang

lain,” tandasnya. (N-2)


admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *