Heboh Olahan Babi dengan Bumbu Khas Padang di Kelapa Gading, Panen Kecaman hingga Pemilik Minta Maaf | 31left

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sergio, pemilik usaha Babiambo buka suara terkait makanan olahan babi dengan bumbu khas Padang jualannya.

Usahanya tersebut membuat geger publik hingga dikecam anggota DPR RI dari Sumatera Barat.

Sergio mengatakan, dirinya tidak berniat menghina atau melecehkan suku maupun budaya mana pun dari jualan kulinernya ini.

Baca juga: Gubernur Sumatera Barat Bereaksi Keras Terkait Menu Makanan Rendang Babi

“Saya pribadi mewakili brand sebelumnya yang disebut Babiambo yang pernah beroperasi selama berapa bulan, ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya buat temen-temen atau saudara-saudara saya yang mungkin merasa tersinggung,” kata Sergio di Mapolsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (10/6/2022).

“Mungkin saya berniat seperti melecehkan, tapi sama sekali tidak. Ini pure hanya saya mencoba usaha. Jadi, bukan maksud saya buat menghina siapapun,” katanya.

Polsek Kelapa Gading memeriksa pemilik usaha makanan olahan babi dengan bumbu khas Padang (baju hitam) yang belakangan ramai diperbincangkan, Jumat (10/6/2022).
Polsek Kelapa Gading memeriksa pemilik usaha makanan olahan babi dengan bumbu khas Padang (baju hitam) yang belakangan ramai diperbincangkan, Jumat (10/6/2022). (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

Sergio mengatakan, penamaan salah satu makanan Babiambo, Nasi Padang Babi, murni sebagai suatu upaya branding.

Dia mengaku, dirinya ingin membuat suatu inovasi produk makanan dengan bumbu khas Padang saat membuka usaha Babiambo awal pandemi 2020 lalu. Hal itu dikarenakan dirinya pecinta makanan khas Padang.

Oleh karena itu, ia memutuskan ingin membuat produk inovatif bernilai jual dengan target pasar tertentu masih tetap menggunakan bumbu khas Padang.

Baca juga: Kecam Rumah Makan Padang Sajikan Menu Olahan Babi, Anwar Abbas Minta Kepolisian Turun Tangan

Akhirnya Nasi Padang Babi pun lahir sebagai salah satu produk makanan dari Babiambo.

“Kalo kita jualan gitu kan harus mikirin juga, apa sih nilai jualnya, nilai produk sense-nya gitu ya, supaya komplit di market. Waktu itu kita pikir mungkin ini bisa dicoba nih, mencoba inovasi tanpa memiliki tujuan menyinggung suku-suku tertentu,” kata Sergio.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.