HMI Sukabumi Ingatkan Partai Politik untuk Dengar Suara Rakyat | 31left

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Partai politik diingatkan untuk mendengar suara rakyat dalam menentukan pemimpin Indonesia menjelang Pemilu 2024.

Ketua Umum HMI Cabang Sukabumi, Muhammad Mulki mengatakan partai politik yang saat ini memiliki peluang mengusung kandidat pemimpin dalam Pemilu 2024 bisa menjadikan keinginan rakyat sebagai basis pengambilan keputusan.

“Kita ingin agar partai politik yang berpeluang mengusung kandidat Pemilu 2024 menjadikan keinginan rakyat sebagai basis pengambilan keputusan,” kata Mulki dilansir dari keterangan yang diterima, Sabtu (30/7/2022).

Menurut dia, suara rakyat menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan negara Indonesia yang berdaulat dan mampu tampil di kancah internasional.

Selain itu, kata dia, kekuasaan harus hadir untuk menghadirkan kemanfaatan bagi rakyat dan bangsa. 

“Karena itu, saya mendorong calon pemimpin masa depan harus selalu dekat dengan rakyat, selalu mendengar dan merasakan keluh kesah rakyat. Tujuannya agar kebijakan pemerintah itu bermanfaat bagi rakyat,” ucapnya.

Lanjut dia, pengaruh oligarki atau elit seringkali mempengaruhi hasil pemilu.

Menurutnya hal tersebut bukan menjadi kunci kemenangan di Pemilu, karena supremasi sipil yang sebetulnya menjadi penentu kemenangan sesungguhnya.

Pemilu kata Mulki, merupakan pintu masuk yang digunakan elite oligarki yang diwarnai politik kartel, politik dinasti, dan politik uang.

Bila sudah seperti itu, menurut dia, siapa pun yang terpilih akan memiliki hutang budi kepada elite oligarki dan berujung pada kualitas kebijkan yang tidak berorientasi untuk rakyat tapi untuk oligarki.

Baca juga: Meski Penyaluran Anggaran 2022 Macet, KPU Tetap Berupaya Optimalisasi Pelaksanaan Pemilu Tahun Ini

Untuk itu, ia mengingatkan kembali suara rakyat harus didengarkan partai politik dalam mengusung calon pemimpin ke depan.

“Supremasi sipil perlu didengar karena suara rakyat adalah suara Tuhan,” kata Mulki.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.