Hongaria Minta Uni Eropa Hentikan Sanksi ke Rusia | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, BRUSSELS – Anggota Majelis Nasional Hongaria, Balazs Orban meminta Uni Eropa berhenti menambahkan sanksi terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina.

Berbicara di sela pertemuan puncak para pemimpin Uni Eropa, Balazs Orban juga mendorong Uni Eropa untuk melakukan negosiasi dan genjatan senjata dengan Rusia.

Menurut Balazs Orban, semakin banyak sanksi yang diadopsi Uni Eropa, semakin mereka melukai blok itu, sementara Rusia bertahan.

“Pada akhirnya Eropa akan berada di pihak yang kalah dalam perang ini karena masalah ekonomi. Rekomendasi dari kami adalah bahwa kami harus menghentikan proses sanksi,” ungkap Balazs Orban.

Dikutip dari Reuters, Jumat (24/6/2022) Hongaria adalah salah satu negara Uni Eropa yang paling pro Rusia, sangat bergantung pada gas dan minyak Rusia. Selain itu, Rusia juga sedang membangun reaktor nuklir untuk Hongaria.

Saat ini yang kami alami adalah semakin banyak sanksi yang kami terima, semakin buruk kondisi kami. Dan Rusia? Ya, itu juga menyakitkan bagi mereka, tetapi mereka bertahan. Dan yang lebih buruk, mereka melanjutkan di Ukraina,” ujar Balazs Orban.

Sejak dimulainya invasi Rusia ke Ukraina, 27 negara Uni Eropa telah menyetujui enam paket sanksi yang mencakup pembekuan aset dan larangan visa terhadap oligarki dan pejabat Rusia, kontrol ekspor, pembekuan aset bank sentral, pemutusan hubungan bank dari sistem pesan SWIFT dan larangan impor batubara dan minyak Rusia.

Baca juga: Rusia Dihajar Sanksi Ekonomi, Kurs Rubel Malah Melesat ke Level Tertinggi

Tetapi beberapa pejabat berpendapat bahwa oligarki individu dapat hidup tanpa beberapa yacht atau vila Barat mereka, dan kemungkinan telah memindahkan aset likuid mereka ke luar Uni Eropa.

Baca juga: Peraih Nobel Ini Ramal AS Keok Dalam Perang Dingin Melawan Rusia dan China

“Pembekuan pada cadangan bank sentral Rusia dibuat tidak terlalu menyakitkan dengan miliaran dolar yang didapat Rusia setiap hari dari minyak dan gasnya yang masih mengalir ke Eropa.” kata para pejabat.

Para pejabat juga mengatakan, setelah Uni Eropa berhenti membeli minyak Rusia tahun depan, minyak mentah dapat dijual dan dikirim dengan kapal tanker ke China atau India.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.