Ini Tanda Khas yang Membedakan Anak Aktif dan Hiperaktif | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Perilaku hiperaktif pada anak memang perlu diwaspadai, sebab perilaku itu dapat merugikan diri anak sendiri. 

Bagi anak, hiperaktif dapat menyebabkan anak sulit berkonsentrasi sehingga berisiko tinggi mengalami kegagalan dalam mengikuti proses belajar mengajar di sekolah. 

Baca juga: Apa Beda Kondisi Hiperaktif dan Sugar Rush Pada Anak? Pentingnya Atur Asupan Gula Harian Si Kecil

Selain itu, hiperaktif juga berisko membuat anak gagal dalam mempertahankan pertemanan, bersosial dan lain sebagainya. Hal ini jelas bahwa hiperaktif dapat mengganggu tumbuh kembang anak. 

Namun, perlu orang tua ketahui anak yang tidak bisa diam belum tentu hiperaktif. Perilaku  berlari kesana kemari belum tentu menandakan penyimpangan (hiperaktif), tetapi justru malah menunjukkan kenormalan (perilaku aktif).  

Dokter spesialis anak Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, dr Ristantio, mengatakan, perilaku anak-anak memang seharusnya begitu yakni senang berlari kesana kemari. Malah ketika si anak hanya diam-diam saja, orangtua sepatutnya harus waspada.  

Baca juga: Nasib Balita di Tegal yang Gemar Makan Tanah, Dinyatakan Sehat, tapi Alami Anemia dan Hiperaktif

“Tapi anak itu memang harus begitu (wajar jika berlari kesana kemari). (kalau) anak diam saja, (kita mesti waspada dimana) jangan-jangan kurang hormon tiroid atau mungkin anemia gitu,” tutur , dr. Ristantio dalam talkshow kesehatan ‘Anak Terlindungi, Indonesia Maju’ yang dikutip dari laman ugm.ac.id, Senin (1/8/2022).

Ia mengatakan, sulit membedakan anak aktif dan hiperaktif. Oleh karena itu, dr. Ristantio kemudian menunjukkan salah satu cara membedakannya. 

Dokter Ristantio mengatakan terdapat satu kata kunci yang membedakan anak aktif dengan hiperaktif, anak-anak hiperaktif cenderung destructive/merusak sedang anak aktif tidak.  

Baca juga: Bagaimana Mengarahkan Anak Hiperaktif untuk Tenang Saat Belajar? Psikolog Ini Beri Solusi

“Itu adalah cara “kasar” untuk mencurigai bahwa itu adalah suatu hiperaktif. Ini hanya (terjadi pada sebagian) kecil, sebagain besar bocah berlarian kesana kemari itu masih normal karena memang harus seperti itu,” jelas dr. Ristianto 

Dokter Ristianto mencontohkan ketika anak hiperaktif mendapati gelas yang ada di atas meja, dia malah sengaja menyenggol agar jatuh dan pecah.

Sedang anak aktif yang menyenggol benda tertentu dan berakibat pecah akan kaget, terdiam, dan merasa bersalah.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.