Investor Pemula, Ini Pentingnya Menggunakan Uang Dingin Saat Investasi Bitcoin | 31left

TRIBUNNEWS.COM – Bitcoin adalah aset digital yang popularitasnya makin melejit dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai salah satu jenis aset kripto, Bitcoin memiliki jumlah pengguna paling banyak, yaitu mencapai ratusan juta orang dari berbagai belahan dunia.

Tak hanya itu, Bitcoin adalah aset kripto dengan harga paling tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, nilai Bitcoin terus menunjukkan peningkatan. Karenanya, investasi Bitcoin belakangan menjadi salah satu instrumen investasi yang menjanjikan.

Namun, layaknya kebanyakan aset kripto lain, Bitcoin adalah instrumen investasi yang pergerakan harganya sangat fluktuatif. Bahkan, terkadang agak sulit memprediksi kapan harga Bitcoin akan turun atau naik. Lalu, terdapat juga beragam faktor yang dapat memengaruhi naik turun harga Bitcoin.

Dalam berinvestasi, pastinya Anda akan berupaya untuk meminimalisir dampak risiko apabila terjadi kerugian. Jika Anda adalah seorang investor pemula, terdapat berbagai hal yang perlu Anda pelajari secara mendalam dan pertimbangkan untuk menghindari kerugian yang tidak perlu.

Selain melakukan perhitungan dan riset secara matang, hal lain yang perlu Anda lakukan adalah menggunakan uang dingin dalam berinvestasi.

Bitcoin adalah aset, gunakan uang dingin untuk investasinya!

Uang dingin dapat didefinisikan sebagai uang yang tersisa setelah Anda memenuhi pengeluaran penting untuk kebutuhan sehari-hari dan tabungan. Mengutip situs resmi IDX Channel, sumber-sumber uang dingin bisa berasal dari sisa gaji, penghasilan di luar gaji, serta bonus dan tunjangan.

Boleh dibilang, uang dingin adalah sisa uang yang menganggur atau yang tidak Anda rencanakan untuk pergunakan dalam jangka panjang, sehingga tidak akan mengganggu pemenuhan kebutuhan Anda sehari-hari jika digunakan untuk berinvestasi.

Pasalnya, salah satu kesalahan yang sering kali dilakukan oleh investor pemula adalah berinvestasi dengan mengorbankan biaya hidup. Misalnya mempergunakan uang untuk kebutuhan sehari-hari, tabungan, dan bahkan utang.

Hal tersebut umumnya terjadi pada mereka yang belum mengetahui tentang pentingnya penggunaan uang dingin dalam melakukan investasi Bitcoin serta aset kripto lainnya.

Misalnya Anda adalah seorang mahasiswa yang bekerja sambil kuliah. Saat ini Anda memiliki tabungan sebesar tiga juta rupiah yang diperlukan untuk biaya semester berikutnya.

Kemudian, Anda memutuskan untuk memanfaatkan uang tersebut untuk investasi kripto terlebih dahulu dengan harapan dapat cuan. Namun 6 bulan kemudian saat tiba waktunya bagi Anda untuk membayar uang semesteran, ternyata harga Bitcoin sedang turun! Alhasil, aset Anda yang awalnya bernilai Rp3 juta turun menjadi Rp2,5 juta.

Setelah mengalami kerugian, otomatis Anda pun akan perlu menambah Rp500 ribu lagi untuk memenuhi biaya semester Anda. Lalu, mungkin saja Anda akan mengambil dana dari pos kebutuhan lain atau dari tabungan, sehingga cash flow Anda pun turut terganggu.

Hal ini menjadi hal yang perlu dihindari saat berinvestasi Bitcoin. Memang untuk investasi jangka panjang, Bitcoin adalah investasi yang akan mengalami kenaikan yang cukup tinggi.

Akan tetapi jika Anda berniat untuk berinvestasi secara jangka pendek seperti contoh di atas, Bitcoin adalah jenis investasi yang harganya begitu fluktuatif dan dapat menghadirkan risiko kerugian bagi Anda.

Terlebih jika Anda menggunakan uang untuk kebutuhan yang penting, kemudian sewaktu-waktu Anda terdesak dan harus mencairkan uang tersebut saat harga Bitcoin sedang turun, bisa-bisa Anda akan kerepotan dalam memenuhi kebutuhan tersebut.

Itulah alasan kenapa para investor perlu memahami pentingnya penggunaan uang dingin serta mempraktikan penggunaannya dalam berinvestasi. Dengan menggunakan uang dingin, Anda tidak perlu khawatir biaya hidup Anda akan terganggu jika Anda mengalami kerugian dalam berinvestasi.

Yang tak kalah penting, hindari berinvestasi dengan menggunakan uang dari utang ya! Jika Anda mengalami kerugian, maka bisa-bisa Anda akan kesulitan dalam melunasi utang tersebut dan malah mengganggu kondisi keuangan Anda.

Pilih platform investasi Bitcoin yang legal

Selain menggunakan uang dingin, hal lain yang tak kalah penting saat melakukan jual-beli aset kripto dan Bitcoin adalah penggunaan platform yang legal dan memiliki izin untuk beroperasi di Indonesia. Dengan memilih platform yang legal, Anda dapat melakukan jual-beli kripto dengan tenang karena dana Anda akan tersimpan dengan aman!

Salah satu platform crypto exchange legal yang dapat menjadi pilihan Anda adalah Luno Indonesia. Lewat aplikasinya, Luno Indonesia menghadirkan teknologi yang menjamin keamanan dalam berinvestasi Bitcoin dan aset kripto lainnya.

Berinvestasi Bitcoin di Luno Indonesia juga ringan di kantong dan ramah bagi Anda, para investor pemula. Hanya dengan Rp25.000 saja, Anda sudah bisa memulai investasi Bitcoin dengan biaya layanan yang cukup rendah.

Tunggu apa lagi? Saatnya unduh aplikasi Luno Indonesia lewat Google Playstore atau Appstore dan segera mulai berinvestasi Bitcoin dengan aman dan nyaman!

Perhatian: Artikel ini bukan merupakan ajakan atau rekomendasi investasi dan hanya sebagai media informasi. Pastikan untuk melakukan riset yang mendalam dan pahami risiko dalam investasi kripto.

Penulis: Anniza Kemal | Editor: Firda Fitri Yanda         

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.