Istri Jurnalis yang Hilang di Amazon Minta Otoritas Mengintensifkan Pencarian: Setiap Detik Berharga | 31left

TRIBUNNEWS.COM – Istri dari jurnalis Inggris yang hilang di Amazon mendesak pihak berwenang Brasil untuk mengintensifkan upaya pencarian.

Dom Phillips, kontributor veteran Guardian, menghilang sejak Minggu (5/6/2022) pagi saat melakukan perjalanan dengan perahu ke wilayah Javari di negara bagian Amazonas.

Dilansir The Guardian, Alessandra Sampaio dari Brasil, yang tinggal bersama suaminya di kota timur laut Salvador, mengatakan dalam sebuah pernyataan:

“Pihak berwenang Brasil, keluarga kami putus asa.”

“Tolong jawab urgensi saat ini dengan tindakan segera.”

“Saat saya mengajukan permohonan ini, mereka telah hilang selama lebih dari 30 jam.”

“Dan di hutan, setiap detik berarti, setiap detik bisa menjadi perbedaan antara hidup dan mati,” tambah Sampaio.

“Yang bisa saya lakukan hanyalah berdoa agar Dom dan Bruno [Araújo Pereira] baik-baik saja, di suatu tempat, dan tidak dapat melanjutkan perjalanan mereka karena beberapa masalah mekanis, dan bahwa semua ini akan berakhir hanya menjadi cerita lain dalam kehidupan penuh mereka.”

Koresponden asing veteran Dom Phillips mengunjungi sebuah tambang di Negara Bagian Roraima, Brasil, pada 14 November 2019. Phillips hilang saat meneliti sebuah buku di Lembah Javari Amazon Brasil bersama pakar pribumi yang disegani Bruno Pereira. Pereira, seorang ahli di badan urusan adat Brasil, FUNAI, dengan pengetahuan mendalam tentang wilayah tersebut, secara teratur menerima ancaman dari para penebang dan penambang yang mencoba menyerang tanah kelompok adat yang terisolasi.
Koresponden asing veteran Dom Phillips mengunjungi sebuah tambang di Negara Bagian Roraima, Brasil, pada 14 November 2019. Phillips hilang saat meneliti sebuah buku di Lembah Javari Amazon Brasil bersama pakar pribumi yang disegani Bruno Pereira. Pereira, seorang ahli di badan urusan adat Brasil, FUNAI, dengan pengetahuan mendalam tentang wilayah tersebut, secara teratur menerima ancaman dari para penebang dan penambang yang mencoba menyerang tanah kelompok adat yang terisolasi. (Joao LAET / AFP)

Phillips (57) bepergian dengan Bruno Araújo Pereira, seorang ahli Pribumi.

Pereira terkenal telah menghabiskan bertahun-tahun bekerja untuk melindungi lebih dari 24 suku yang menyebut hutan hujan Amazon sebagai rumah mereka.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.