Isu Pemeran Hantu KKN di Desa Penari Dibayar Rp75 Ribu, Sutradara: Soal Bayaran Saya Tidak Tahu | 31left

TRIBUNNEWS.COM – Beberapa waktu lalu muncul pengakuan pemain figuran pemeran hantu di film KKN di Desa Penari terkait honornya.

Ia mengatakan hanya dibayar Rp75 ribu saat syuting.

Pengakuannya tersebut mendadak langsung viral di media sosial.

Dalam kabar viral tersebut juga menyebutkan pemeran hantu itu tidak boleh menghapus make up saat syuting film KKN di Desa Penari.

Baca juga: KKN di Desa Penari Tembus 7 Juta Penonton, Harkitnas Sekaligus Jadi Hari Kebangkitan Film Nasional

Mendengar kabar tersebut, sutradara Awi Suryadi ikut memberikan tanggapan.

Diketahui, Awi Suryadi merupakan sutradara film KKN di Desa Penari, yang saat ini menjadi film terlaris sepanjang masa di Indonesia setelah ditonton lebih dari 7 juta orang sejak tayang di bioskop pada 30 April 2022.

Menurut Awi Suryadi, kabar viral pemeran hantu tidak boleh menghapus make up selama 24 jam itu tidak benar.

Awi Suryadi masih ingat, pemeran hantu yang merupakan warga setempat itu menjalani syuting film KKN di Desa Penari pada hari terakhir.

Awi Suryadi dalam syukuran Jurnal Risa di MD Place, Setiabudi Jakarta Selatan, Kamis (24/2/2022).
Awi Suryadi dalam syukuran Jurnal Risa di MD Place, Setiabudi Jakarta Selatan, Kamis (24/2/2022). (Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)

Untuk diketahui saat itu syuting mulai pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB.

“Kabar tidak boleh menghapus make up selama 24 jam itu tidak benar,” kata Awi Suryadi, Jumat (20/5/2022).

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.