Janet Yellen Sebut Ekonomi AS Tidak Dalam Resesi, Meskipun PDB Merosot | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK – Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen, mengatakan ekonomi AS berada dalam keadaan transisi, bukan resesi, meskipun dua kuartal berturut-turut mengalami pertumbuhan negatif.

Sebelumnya, Departemen Perdagangan AS melaporkan Produk Domestik Bruto (PDB) AS mengalami kontraksi tahunan sebesar 0,9 persen pada kuartal kedua tahun 2022. Sedangkan di kuartal pertama tahun ini PDB AS berada di angka 1,6 persen.

Penurunan untuk kedua kalinya secara berturut-turut ini membuat AS secara teknis masuk ke dalam resesi.

Baca juga: Menkeu Janet Yellen Peringatkan Tingginya Inflasi AS

Dilansir dari CNBC, Jumat (29/7/2022) Yellen bersikeras bahwa resesi merupakan bentuk dari pelemahan ekonomi secara luas, yang mencakup PHK besar-besaran, penutupan bisnis, ketegangan dalam keuangan rumah tangga dan perlambatan aktivitas sektor swasta.

“Itu bukan apa yang kita lihat sekarang,” kata Yellen saat konferensi pers di kantor Departemen Keuangan.

“Anda dapat melihat pertumbuhan ekonomi dari sisi penciptaan lapangan kerja yang terus berlanjut, keuangan rumah tangga yang tetap kuat, belanja untuk konsumsi dan bisnis yang meningkat,” ujarnya.

Dalam konferensi pers di kantor Departemen Keuangan, Yellen memulai dengan membacakan daftar pencapaian ekonomi pemerintah, termasuk pertumbuhan penggajian nonpertanian lebih dari 9 juta.

Kemudian Yellen mengatakan bahwa Inflasi telah membuktikan hambatan yang lebih besar, naik menjadi 9,1 persen pada bulan Juni sementara pertumbuhan ekonomi gagal mengikuti.

Tingkat kepercayaan konsumen dan bisnis telah jatuh, dengan survei baru-baru ini menunjukkan sebagian besar orang Amerika percaya negara itu dalam resesi.

Baca juga: Ikuti Langkah The Fed, Bank-bank di Amerika Serikat Turut Naikkan Suku Bunga Pinjaman

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.