Jika AS Pasok Rudal Jarak Jauh ke Ukraina, Rusia Sebut Washington Langgar Garis Merah | 31left

TRIBUNNEWS.COM – Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut Amerika Serikat (AS) melewati garis merah jika memutuskan memasok rudal jarak jauh ke Ukraina.

Dikutip Al Jazeera, dalam pengarahan pada Kamis (15/9/2022), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Moskow Maria Zaharova menegaskan Rusia berhak mempertahankan wilayahnya.

“Jika Washington memutuskan memasok rudal jarak jauh ke Kyiv, maka itu akan melewati garis merah, dana kan menjadi pihak langsung dalam konflik,” kata Zaharova.

Gedung Putih secara terbuka memasok Ukraina dengan roket sistem peluncuran ganda terpadu (GMLRS) canggih, yang ditembakkan dari peluncur sistem roket artileri mobilitas tinggi (HIMARS) dan senjata tersebut dapat mencapai target hingga 80 kilometer (50 mil) jauhnya.

Peluncur HIMARS juga dapat digunakan untuk menembakkan rudal taktis ATACMS jarak jauh.

Baca juga: Ukraina Gunakan Umpan Kayu Menyerupai HIMARS untuk Kelabui Rusia

Alat ini dapat memiliki jangkauan hingga 300 kilometer (186 mil).

Seorang pejabat senior Ukraina menolak untuk mengatakan apakah Kyiv sekarang memiliki ATACMS.

Serangan di Saky

Sementara itu, belum ada penjelasan publik lengkap tentang serangan pada 9 Agustus yang menghantam pangkalan udara Rusia di Saky.

Situs ini terletak sekitar 200 kilometer (124 mil) dari wilayah terdekat yang dikuasai Ukraina, di Semenanjung Krimea.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.