Joe Biden dan Pemimpin Negara G7 Rapat Darurat di Bali Soal Polandia, Agenda G20 Jadi Molor 1,5 Jam | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews.com Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, NUSA DUA – Agenda delegasi Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 ke Taman Hutan Raya (Tahura) Bali mundur satu setengah jam, menyusul adanya rapat darurat yang diadakan Amerika dengan para pemimpin G7 Plus terkait serangan rudal Polandia.

Informasi mengenai mundurnya agenda delegasi G20 ke Bali sebelumnya disampaikan Deputi Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Dalam laporannya Bey menjelaskan bahwa agenda para delegasi di hari terakhir KTT G20 yang seharusnya diisi dengan kegiatan peninjauan di hutan mangrove di Taman Hutan Raya Ngurah Rai harus diundur.

Baca juga: Joe Biden: NATO Akan Lakukan Penyelidikan Pemilik Rudal Tewaskan Dua Warga Polandia

Sebagai gantinya, presiden Indonesia Jokowi mengajak pemimpin negara-negara G20 dan para awak media untuk berjalan-jalan meninjau tahura sambil menunggu rapat darurat para anggota G7.

“Ini menunggu delegasi negara, waktunya mundur 1-1,5 jam,” kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Rabu (16/11/2022).

Penundaan ini terjadi lantaran semua pemimpin dari kelompok G7 di antaranya seperti Amerika Serikat, Inggris, Italia, Jerman, Kanada, Prancis kecuali Jepang tengah menggelar pertemuan untuk menyelidiki penyebab serangan rudal Rusia yang menewaskan dua warga sipil, seperti yang dilansir dari swissinfo.

Sebelum pertemuan tersebut digelar, Biden telah menelepon Presiden Polandia Andrzej Duda untuk membahas langkah lanjutan, namun karena posisi para pemimpin G7 masih berada di Indonesia sehingga pembicaraan tatap muka terpaksa ditunda.

Meski Rusia dengan tegas menolak tuduhan tersebut, namun dengan adanya serangan di Przewodowd yang berjarak 15 mil dari perbatasan Ukraina memicu hadirnya potensi eskalasi besar dari anggota NATO untuk mempertahankan Polandia.

Sementara itu usai serangan terjadi, sejumlah pemimpin negara Eropa, termasuk Macron dan Scholz diketahui telah merilis pernyataan simpati terhadap warga Polandia. Walau para pemimpin G7 telah menyerukan dukungan pada Polandia, akan tetapi para anggota pakta ini belum mengungkap langkah apa yang akan diambil untuk mengutuk tindakan Rusia.

“Telah ada keputusan untuk meningkatkan status kesiapan beberapa unit tempur dan dinas berseragam lainnya,” ujar Juru bicara pemerintah Polandia Piotr Muller setelah rapat darurat dewan keamanan nasional digelar.

Lebih lanjut setelah pertemuan darurat tersebut, para pemimpin G20 yang mengenakan kemeja putih dan beberapa topi baseball dengan logo G20, langsung ikut bergabung untuk berpartisipasi dalam upacara penanaman pohon bakau sebagai tanda perang melawan perubahan iklim.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *