Joe Biden Minta Dana ke Kongres, 37,7 Miliar USD untuk Ukraina dan 9,25 Miliar untuk Covid-19 | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden meminta dana 9,25 miliar dolar AS dari Kongres untuk penanganan virus corona (Covid-19) dan tambahan 37,7 miliar dolar AS untuk mendukung Ukraina dalam perangnya melawan Rusia.

“Angka ini diajukan sebagai bagian dari permintaan pendanaan tambahan,” kata pejabat AS pada Selasa kemarin.

Dikutip dari Reuters, Rabu (16/11/2022), Pemerintah AS juga meminta 750 juta dolar AS ke Kongres AS untuk melawan penyakit menular lainnya dan akan mencari dana tambahan untuk bantuan bencana alam.

“Kongres memiliki kesempatan dan kewajiban untuk mengatasi tiga kebutuhan pendanaan tambahan dan kritis yang harus mendapatkan dukungan bipartisan. Melindungi rakyat Amerika dari Covid-19 dan menyelamatkan nyawa secara global, mendukung rakyat Ukraina, dan membantu komunitas di seluruh bangsa untuk pulih dari kehancuran akibat bencana alam,” kata Direktur Anggaran Gedung Putih Shalanda Young dalam suratnya kepada Ketua DPR Nancy Pelosi.

Ia menjelaskan, pemerintah akan fokus pada pendanaan pemerintah dan respons Covid AS.

Sejauh ini, pejabat pemerintahan Biden telah mencari lebih banyak uang dari Kongres untuk melawan Covid-19, namun ‘tanpa hasil’.

Baca juga: Ledakan Kembali Terdengar di Kyiv, Ukraina Sebut Rusia Tanggapi Pidato Zelensky di KTT G20

Dana baru ini akan digunakan untuk mempersiapkan kemungkinan lonjakan kasus infeksi di musim dingin.

“Memuluskan jalan menuju komersialisasi vaksin dan terapi, mempercepat penelitian dan pengobatan untuk Covid yang lama, dan mengembangkan vaksin dan perawatan baru,” kata Gedung Putih.

Baca juga: Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy Bacakan 10 Point Saat Pidato di KTT G20

Dari 9,25 miliar dolar AS, 1 miliar diantaranya akan digunakan untuk membantu melawan virus di seluruh dunia.

“Sedangkan pendanaan untuk Ukraina selama tahun fiskal akan digunakan untuk peralatan pertahanan, bantuan kemanusiaan, dan dukungan keamanan nuklir,” jelas Gedung Putih.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *