Kandungan Skincare yang Harus Dihindari untuk Orang Kulit Sensitif | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pada kulit sensitif, perlu seleksi dalam memilih skincare. Kalau sembarangan, akan berdampak buruk pada kulit. 

Menurut Dermatologist, dr Andina Bulan Sari, SpKK, ada beberapa kandungan yang perlu dihindari bagi orang yang memiliki kulit sensitif. 

Pertama, dimulai dari produk cleanser. Bagi orang yang memiliki kulit sensitif, disarankan untuk menggunakan produk surfaktan yang gentel.

“Jadi jangan surfaktan yang kuat, mengandung SLS atau SLES. Biasanya itu cenderung membikin kulit makin kering,” ungkapnya dalam acara Beuty Editor Gathering Labore di Jakarta Selatan, Selasa (27/9/2022). 

Baca juga: Kapan Berhenti Gunakan Skincare Ketika Efeknya Tak Sesuai Ekspektasi?

Produk yang mengandung SLS atau SLES biasanya dapat menimbulkan buih atau busa.

Selain itu, dr Andina menyarankan untuk menggunakan produk yang tidak mengandung unsur parfum atau pewangi. 

Lalu hindari penggunaan skincare yang mengandung alkohol dan non alkohol.

Disarankan untuk mencari produk dengan pH yang lebih menyerupai fisiologi. 

Biasanya di antara pH 5 sampai 5.5 atau cenderung asam. Kisaran tersebut, kata dr Andina biasanya lebih aman untuk kulit sensitif. 

“Lalu kita bisa cari produk yang menambahkan untuk menghidrasi kulit. Misalnya mengandung Emolien, kolestrol, atau yang sifatnya menarik air sehigga kulit jadi lembab. Bisa juga yang mengandung Gliserin, AHA, dan sebagainya,” katanya lagi. 

Kemudian dianjurkan menggunakan produk yang bersifat menenangkan kulit sensitif. Misalnya Niacinamide, Bisabolol dan Allantoin. Namun kata dr Aninda, bukan berarti kandungan di atas benar-benar harus dihindari.

Karena kandungan di atas bisa saja dipakai. Hanya saja mungkin pemakaian harus dilakukan dengan sabar.

“Caranya, pakai dengan konsentrasi yang lebih rendah. Mulai bertahap dan teknik layering. Tidak mutlak sensitif skin gak boleh pakai sifatnya eksploitatif atau krim malam. Tapi mulai dari konsentrasi yang rendah dan bertahap dulu. Mungkin seperti itu,” pungkasnya. 

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *