Kasir Pintar untuk Kemudahan Bisnis UMKM | 31left

                    

SALAH satu tantangan operasional yang kerap dihadapi usaha mikro dan kecil ialah dalam penghitungan keuangan. Metode kas yang masih sederhana, bahkan seadanya, kerap membuat para wirausaha tidak memiliki pengetahuan yang baik soal arus uangnya. Akibatnya, kondisi sehat atau tidaknya usaha itu juga tidak diketahui mendalam.

Di sisi lain, mereka juga tidak memiliki pengetahuan atau kemampuan untuk membuat manajemen kas yang baik. Hal itu pula yang disadari oleh Didit Sepiyanto dan Sitti Raisya Fitri Effendi. Bersama dua rekan yang lain, Nuning Septiana dan Burhan, mereka membuat aplikasi Kasir Pintar.

Aplikasi ini bukan hanya memiliki fitur penghitungan transaksi. Dalam versi premiumnya, aplikasi ini juga memiliki fitur untuk manajemen stok yang bisa memuat hingga 10 ribu barang, laporan penjualan, laporan pajak, laporan pengun­jung, hingga pengontrol staf.

Hadir langsung di Kick Andy dalam episode Otak Atik Ide Usaha yang tayang Minggu (19/6), Didit dan Sitti Raisya atau akrab disapa Icha menjelaskan bahwa mereka pada awalnya bergabung untuk mengikuti sebuah program bisnis rintisan yang diadakan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

“Sebenarnya kita melihat ada potensi ketika waktu itu sempat jalan-jalan ke luar negeri, ternyata digitalisasinya sudah cukup merambah luas, sedangkan di daerah kami masih minim. Nah, terus kita lihat toko-toko, mereka terus melakukan transaksi. Dari lomba itu, kita nanya apa sih yang butuh kita support buat membantu mereka. Mereka sering bilang ke kami bahwa kami nggak tahu uang kami ini berapa untungnya dan modalnya,” ungkap Icha.

Pertama diunggah ke Google Play Store pada 2016, Kasir Pintar tidak mendapat rating bagus dari pengguna. Para pelaku UMKM di sekitar kampus juga kurang tertarik dengan aplikasi itu.

Meski begitu, mereka tidak menyerah dan berupaya memperbaiki aplikasi tersebut dengan memperhatikan masukan-masukan dari review Google. “Sebenarnya kalau kita pengin melakukan sesuatu, kita harus tahu tujuan awal kita. Kalau saya sendiri tujuan awal kita bisa membantu orang lain. Kalau misalnya produk kita sudah dinilai bisa membantu, alhamdulillah kita bisa merasa senang. Meskipun kita jatuh, kembali lagi ke tujuan awal kita membantu orang lain dan cari berkah,” tambah Didit yang juga merupakan lulusan ITS seperti Icha.

Di 2019, mereka memberanikan diri meluncurkan Kasir Pintar premium atau pro. Sejak saat itu hingga kini, Kasir Pintar menyediakan fitur gratis dan berbayar.

Target UMKM

Soal keistimewaan Kasir Pintar, Icha mengatakan Kasir Pintar ditargetkan untuk UMKM. “Waktu awal kita bukanya benar-benar gratis, kita pengin tahu sebenarnya seberapa berdampak aplikasi kami membantu UMKM. Lalu, kita luncurkan premium dengan (harga) ekonomis,” ungkap Icha.

Per bulan, Kasir Pintar pro dikenai biaya sekitar Rp55 ribu.

Pengguna Kasir Pintar berasal dari berbagai bidang usaha, termasuk kuliner, toko kelontong, hingga agen pulsa. Didit mengatakan pengguna paling banyak ialah bidang kuliner.

Selain itu, Didit mengatakan bahwa Kasir Pintar tidak hanya digunakan di Indonesia, tapi juga di beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, India, bahkan sampai Peru. Aplikasi Kasir Pintar kini sudah diunduh oleh sekitar 1,5 juta pengguna. (M-1)


admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.